http://ompoker.info/?ref=br201608 - Berjalan sendiri dikeheningan malam membuat ku terasa bosan dan ingin mencari suasana baru di tempat yang bisa menghibur ku pada saat itu.
"Hallo. Len, lagi dimana? Dugem yuk, bete gue nih" ucap ku melalui telepon genggam yang ku punya.
"Lagi malam mingguan sama cowok gue, Cin. Sorry ya. Besok deh gue temenin" Balas Lena dengan tergesa-gesa.
"Oh oke okelah. Gue ngertiin kok. Byee" ucapku menyelesaikan perbincangan kami.
Aku pun merasa tambah bosan. Satupun temanku pada sibuk dengan pacarnya masing-masing.
Duh nasib jomblo begini ya, maklumlah baru anget angetnya putus sekitar semingguan.
Ya, mau gimana lagi. Aku pun harus pergi sendiri tanpa ada seorangpun yang menemani
Aku menghentikan taksi dan segera bergegas pergi ke tempat yang ingin ku tuju.
Sesampainya aku ditempat Clubbing aku langsung merasa penatku sedikit berkurang.
Aku berjalan memasuki tempat itu dan aku pun langsung bergoyang goyang sedikit mengikuti musik yang sedang berlangsung.
Berapa menit kemudian ketika aku lagi asik memainkan badan mengikuti alur musiknya tiba-tiba aku merasa ada yang mencolek pundakku. Namun aku pun anggap berasa tidak merasakan apa-apa. Walaupun aku agak sedikit deg-degan.
"Cin Cin, apa kabar?" ucap seseorang yang bernada seperti bisik bisik karna kerasnya musik yang dimainkan.
Dalam hatiku bertanya 'Aduhhhhh siapa sih yang manggil manggil, buat takut aja'
Jlebbb tiba-tiba seseorang datang menghampiriku dan mengagetkanku secara spontan.
And thenn?? Whaattt cowok yang dulu waktu SMA selalu mengejar-ngejarku kenapa berubah jadi pria tampann??
"Haii, Oh iya lo masih inget nama gue? Gue aja udah lupa sama nama lo. Siapa sih nama lo?"
"Ryan, Cin, Ryan. Ohiya lu sendirian kesini?"
"Ohiya, Ryan. heheh. Iya nih, pada pergi malam mingguan semua sama pasangannya masing-masing"
"Lah? Lu bukannya udah punya pacar ya? Perasaan baru update foto minggu kemarin"
"Iya, baru putus gue. Dua hari setelah update foto itu"
"Oh hahah, berarti gue bisa dong ngejar lu lagi" ucap nya sambil memberikan tatapan yang penuh makna dan arti tertentu.
"Hahahhahah bisa aja lo. Gak bosen apa ngejar-ngejar mulu"
"Gak lah ngapain gue bosen ngejar lu, baik, cantik, ramah, duh lengkap deh"
Mendengar pujian semua para lelaki aku tak pernah tertarik sama sekali. Karna sudah tau mereka semua selalu berucap manis pada setiap wanita.
"Eh gue mau minum dulu ya, Yan"
"Gue temenin minum yuk Cin. Masa cewek cantik kayak lu dibiarin minum sendiri"
Dulu waktu masa sekolah, aku sempat tertarik dengan dia karna dia orang nya rajin walaupun rada tengil dan dia ku lihat bisa bertanggung jawab dan baik.
Entah kenapa dia sekarang agak berubah. Entahlah aku tidak mau memusingkannya. Aku mau have fun dulu sekarang.
Musik pun semakin lama semakin kencang ku dengar. Dan aku menikmatinya.
"Lu sering minum ya Cin? Kayaknya udah handal gue liat cara minum lu dan gak langsung tumbang"
"Hahah kayaknya lo juga udah handal. Gue mulai minum tuh waktu masih sekolah tau baru baru kelas 3 SMA lah. Ya biasa karna awalnya di ajak coba coba eh jadi ketagihan deh"
"Oh gitu, oh iya lu kenapa dulu gak respon sama sekali sama gue, Cin?" Tanya Ryan yang sudah ku perhatikan kami sama-sama sedikit agak teler (mabuk).
"Mau jujur apa enggak hayuukk? Hahahah sebenarnya gue agak tertarik dulu sama lo, Yan. Tapi lo terlalu polos. Gue gak mau lo jadi buruk pas deket sama gue. Lo suka sama gue karna gue banyak yang suka ya?" " Ucap ku sambil memegang pundak Ryan dengan lembut.
Selang beberapa menit. Aku dan Ryan pun keluar dari tempat itu dan menaiki taksi entah kami pun bingung mau pergi kemana. Sampai tiba tiba kami tidak sadar kami sudah sampai di tempat penginapan.
Kami tertawa-tawa tidak jelas seperti orang gila. Dan setelah kami sudah pesan kamar. Kami pun sebentar bercerita-cerita tidak jelas dan akhirnya kami sama-sama saling membuka pakaian .
Nafsu kami pun semakin menjadi-jadi. Aku sering bercinta saat mabuk. Dan aku sudah tidak kaget lagi saat pria menginginkan ku disaat sama-sama mabuk.
Dia menciumku seakan-akan dia benar benar puas mendapatkan diriku. Dia menjilat belakang telinga ku seakan dia pun sudah mengerti hal seperti itu.
Dia menjilat kedua puting ku dengan penuh nafsu, dia terus meng-isap dua buah dadaku hingga ke miss V ku pun dia jilat dengan nikmatnya.
Tanganku pun tanpa sadar memegang kelaminnya yang sudah mengeras itu.
Aku terkejut, selama ini menyimpan harta berharga tanpa ku sadari.
Ah rasanya bercinta kali ini aku akan sangat menikmatinya.
Aku mengemut kelaminnya yang besar itu dan kami pun berubah posisi seperti ini 69.
Uhh sungguh nikmat sekali malam ini.
Setelah itu dia langsung memasukan dede besarnya itu ke dalam vagina ku.
Rasanya nikmat sekali, Namun karna punyanya terlalu besar dari sebelumnya, aku pun masih agak sedikit kesakitan tapi aku menikmatinya saja.
Dia terus bergerak maju mundur sambil tangannya memegang kedua buah dadaku.
Tapi dalam hatiku, apa dia sebelumnya memang sudah melakukannya dia handal sekali dalam hal seperti ini, tanpa menggunakan kondom dia bisa membuat ku percaya bahwa dia bermain aman.
Dia mengocok-ngocok kelaminnya dalam vagina ku dengan cepat dan tanpa henti, sudah beberapa menit kami bercinta dan akhirnya croott, dia pun mengeluarkan cairan spermanya di atas perut ku.
Kami pun langsung terlelap tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
Pagi pun menjelang
Hari sudah terang, kami pun terbangun dari tidur dan kami tidak kaget ketika kami memang sudah berada satu ranjang.
Kami malah tersenyum sipu melihat kejadian semalam, aku tau pasti kami tidak terlalu mabuk banget semalam. Memang kami lagi sama sama bosan dan saling menginginkan pada saat itu.
Aku tidak menyesalinya dan dia pun berkata bahwa dia ingin bersamaku terus. Aku pun merasa nyaman pada saat itu.
Sungguh hal yang tidak terduga terjadi selama waktu masih berjalan.








0 komentar:
Posting Komentar