http://ompoker.info/?ref=br201608 - Pemerintah Iran angkat bicara mengenai kabar adanya rencana Amerika Serikat (AS) untuk memasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam daftar teroris. Iran menyatakan masih menunggu kebenaran kabar tersebut.
"Garda Revolusi merupakan bagian dari angkatan bersenjata kami, dan tentu saja jika angkatan bersenjata sebuah negara tidak bisa dikategorikan sebagai teroris. Jika memang itu jadi kenyataan, kami akan mengambil sikap" kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi pada Kamis (9/2).
Sebelumnya diwartakan, seorang pejabat AS menyatakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan proposal untuk memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris.
Para pejabat mengatakan beberapa instansi pemerintah AS telah berkonsultasi tentang proposal tersebut. Jika proposal ini diterapkan akan menambah langkah-langkah yang akan dikenakan AS kepada individu dan lembaga yang terkait dengan IRGC.
AS sendiri sebelumnya telah memasukkan puluhan lembaga dan orang-orang yang terkait dengan IRGC. Pada tahun 2007, Departemen Keuangan AS menyebut Pasukan Quds IRGC mendukung terorisme. Kelompok ini disebut menjadi kepanjangan tan
gan Iran untuk melaksanakan kebijakan mendukung teroris dan kelompok pemberontak. Pasukan Quds sendiri adalah satuan-elit yang bertanggung jawab atas operasi di luar negeri.










0 komentar:
Posting Komentar