Tampilkan postingan dengan label Sensualitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sensualitas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Kenikmatan (Season 2 : Danang Kembali ke Pelukan Ibunda)


http://ompoker.info/?ref=br201608 - Meninggalnya Nyonya Sasi menjadi berita besar pada keesokan harinya. Warga terkejut mendengar kematian Nyonya Sasi yang harus meregang nyawa di tangan Pak Emil selaku kepala desa. Di sisi, warga merasa senang karena sosok juragan desa yang sombong dan menakutkan telah pergi untuk selamanya. Hutang-hutang yang belum sempat mereka lunaskan secara otomatis telah hilang seiring dengan kepergian Nyonya Sasi. Ada yang menganggap kematian Nyonya Sasi sebagai azab dari Tuhan karena sifat sombongnya itu. Ada pula yang menganggap peristiwa ini sebagai langkah bagi desa itu untuk menjalani kehidupan yang baru. Namun dengan rasa solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi, warga desa tetap berbondong-bondong mengantar kepergian Nyonya Sasi ke peristirahatannya yang terakhir.

Mungkin hanya Dadang satu-satunya orang yang menangisi kepergian Nyonya Sasi. Air mata terus mengalir membasahi wajahnya seiring tubuh Nyonya Sasi yang telah dibaringkan di liang lahat. Warga menganggap aneh kesedihan Dadang yang terlalu berlebihan. Warga pun merasa kalau Dadang akan mewarisi sifat Nyonya Sasi karena kedekatan mereka selama ini. Padahal alasan Danang bersedih karena baginya Nyonya Sasi adalah sosok wanita yang baik dan telah memberikan segalanya untuknya. Ia sudah terlanjur jatuh cinta pada Nyonya Sasi meski usia mereka yang terpaut sangat jauh. Padahal ia memiliki rencana-rencana hebat bersama Nyonya Sasi suatu hari nanti. Namun semua itu tinggal kenangan dan yang telah terjadi tidak akan bisa di kembalikan.

Sementara Pak Emil telah dijebloskan ke dalam penjara untuk membayar pembunuhan itu meski ia tidak sengaja untuk melakukannya. Bu Anis sendiri memilih untuk bercerai dan ia sangat menyesal mengenal Pak Emil. Ia sangat menyesal karena dengan mudahnya memberikan tubuhnya untuk Pak Emil.

Kini Dadang dan Bu Anis telah kembali ke kehidupan mereka. Dadang memilih untuk menutup diri karena tidak bisa menerima kepergian Nyonya Sasi. Ia lebih banyak menghabiskan waktu didalam rumah setelah mengurus sawahnya dan menjadi seorang pria yang pendiam. Ibunya merasa khawatir dan juga aneh dengan kesedihan Dadang yang berlebihan ini. Disaat warga senang dengan kepergian Nyonya Sasi, Dadang justru menangis dan berharap Nyonya Sasi hidup kembali.

"Kenapa kamu terus bersedih seperti ini ???" tanya Bu Anis kepada anaknya yang terus dirundung kesedihan.

"Aku rindu Nyonya Sasi" jawab Dadang dengan tangis yang terisak. Setiap kali menyebut nama Nyonya Sasi, air mata Dadang terus mengalir.

"Semua orang bahagia karena Nyonya Sasi telah tiada, tapi kenapa kamu malah sedih??" tanya Ibu Anis yang semakin penasaran.

"Ibu tidak tahu kalau aku punya hubungan yang spesial dengan Nyonya Sasi" jawab Dadang dengan jujurnya.

"Hubungan spesial bagaimana maksudnya???" tanya Ibu Anis lagi.

Lalu dengan kejujuran hatinya, Dadang menceritakan semua kisah indahnya dengan Nyonya Sasi. Bu Anis tidak terlalu kaget mendengar kisah persetubuhan anaknya dengan Nyonya Sasi. Ia memilih untuk diam karena ia sendiri juga melakukan hal yang sama dengan Pak Emil dan pria lain. Dadang mengatakan kalau ia sudah jatuh cinta kepada Nyonya Sasi. Ibu nya memakluminya dan menganggap kalau Dadang telah tumbuh menjadi pria dewasa.

Bu Anis hanya berpesan agar Dadang mau melupakan Nyonya Sasi dan memulai hidupnya seperti dulu lagi.

"Aku juga ingin tanya sesuatu pada Ibu" kata Dadang dengan serius.

"Mau tanya apa??" kata Bu Anis yang merasa was-was dengan wajah serius yang ditunjukkan oleh Dadang.

"Ada hubungan apa antara Ibu dan Tristan???" tanya Dadang dan bagaikan petir yang menyambar, Ibu Tristan begitu kaget mendengar pertanyaannya itu.

Ia kaget karena ternyata Dadang telah mengetahui hubungannya dengan sahabat anaknya itu. Tapi rasa kaget itu tidak berlangsung lama. Bu Anis memilih untuk berkata jujur karena anaknya juga telah mengatakan hal yang jujur kepadanya. Ibunya mengakui ada kesepakatan antara Tristan dan juga dengannya. Kesepakatan itu terjadi karena Tristan telah mengetahui affair antara dirinya dan juga Pak Emil jauh Dadang mengetahuinya. Tristan pun memanfaatkan itu untuk mencari uang dengan menjadikannya sebagai pelacur. Bu Anis tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti permintaan Tristan.

Jika tidak, Tristan akan melaporkannya kepada Dadang. Mendengar pengakuan Ibunya itu, Dadang hanya tersenyum mendengarnya. Ternyata apa yang ia duga selama ini benar adanya. Ia sudah menduga kalau Tristan pasti sedang mengancam Ibunya dan juga Pak Emil. Bu Anis rasanya mau pingsan setelah mendengar pengakuan anaknya itu.

Ternyata rahasia yang selama ini ia simpan telah diketahu oleh anaknya. Lalu Dadang kembali jujur kalau ia telah balas dendam dengan menyetubuhi Ibu Tristan dan juga kakaknya. Bu Anis nyaris marah besar karena kelakuan anaknya itu. Tapi ia berusaha untuk meredam amarahanya karena semua ini adalah kesalahannya. Bu Anis merasa gagal sebagai seorang Ibu yang seharusnya membesarkan anaknya dengan kasih sayang. Keduanya pun berpelukan dan menangis.

"Ibu harus janji untuk tidak melakukannya lagi" pinta Dadang.

"Iya nak. Kamu juga harus janji pada Ibu untuk tidak balas dendam lagi" Pinta Bu Anis.

Lalu Ibu dan anak itu saling bertatap-tatapan untuk beberapa saat. Secara spontan Dadang mengecup bibir Ibunya dengan mesra. Bu Anis sedikit kaget tapi tidak berusaha untuk marah. Melihat tidak ada reaksi dari Ibunya, Dadang kembali mengecup bibir ibunya dan kali ini ia bertahan sedikit lama. Bu Anis mulai terbuai karena ciuman hangat anaknya itu. Mulutnya sedikit terbuka dan dengan segera lidah Dadang menyusup masuk ke dalam rongga mulut Ibunya.

Dadang memainkan lidahnya didalam mulut Ibunya. Lalu lidah Bu Anis ikut bergerak dan kini lidah mereka saling menjilat. Dadang mendorong kepala Ibunya agar bibirnya mereka semakin rapat. Dadang membelai punggung Ibunya dan membuka kaitan BH Ibunya dari luar baju Ibunya. Bu Anis masih terbuai dengan ciuman Dadang hingga tidak sadar kalau pengait BH nya telah terbuka. Lalu Dadang semakin memberanikan dirinya dengan menyusupkan tangannya ke dalam celana kain Ibunya. Ia berhasil membelai memek Ibunya dan kini Bu Anis mulai tersadar dari lamunannya. Ia mengeluarkan tangan Dadang dari celananya.

"Kita tidak boleh melakukan ini" kata Ibunya sambil beranjak keluar dari kamar Dadang. Tapi dengan segera Dadang menahan tangan Ibunya dan Ibunya kembali duduk di kasur Dadang.

"Aku sudah lama ingin melakukan ini. Bolehkah aku ngentot dengan Ibu??" tanya Dadang dengan penuh pengharapan.

"Tapi, kita memiliki hubungan sedarah. Kita tidak boleh melakukan ini" jawab Bu Anis.

"Aku mohon, Bu. Aku sudah lama ingin merasakan tubuh Ibu. Aku iri dengan Pak Emil dan Tristan yang bisa mencicipi tubuh Ibu" kata Dadang sambil memohon.

Seberapa kuatnya Dadang memohon, Ibu Anis tetap tidak mau melakukannya karena ia takut akan terkena kutukan bila bersetubuh dengan anaknya sendiri. Dadang pun tidak kehilangan akal. Ia berdiri dan membuka celananya. Kemudian ia memamerkan kontolnya yang besar dan panjang itu kepada Ibunya.

Sontak Bu Anis merasa kaget dengan ukuran kontol Anaknya yang tidak lazim itu. Ia kira selama ini hanya kontol Pak Emil yang memiliki ukuran terbaik, ternyata justru kontol anaknya yang lebih mengerikan. Dadang meraih tangan Ibunya dan meletakannya di kontolnya. Ibu Anis menggenggam kontol Dadang yang terasa hangat di telapak tangannya. Ia begitu takjub melihat kontol anaknya itu yang berwarna hitam gelap, diameter ujung kontolnya juga sangat lebar yang membuatnya berandai-andai ketika kontol itu masuk ke dalam memeknya.

Dadang membiarkan tangan Ibunya mengelus kontolnya. Ia harap setelah ini Ibunya mau bersetubuh dengannya sesuai dengan apa yang ia inginkan sejak dulu. Bu Anis mulai merasakan gairahnya setelah menggenggam kontol Dadang. Ia tidak tahan untuk segera mencicipi kontol Dadang di mulut dan juga memeknya. Dadang mulai menyadari kalau Ibunya sudah mulai bergairah untuk bersetubuh dengannya.

Dadang membuka baju Ibunya dan kemudian melepaskan BH nya. Toket Ibunya yang menggantung indah itu seperti sudah tidak sabar untuk dijamah oleh mulut Dadang. Dengan rakusnya Dadang menghisap kedua pentil Ibunya yang panjang itu. Bu Anis begitu menikmatinya dengan tangannya yang tak mau lepas dari kontol Dadang. Dadang senang sekali karena akhirnya ia bisa merasakan kenikmatan toket Ibunya meski tak lagi padat.

Kemudian Dadang meminta Ibunya untuk berdiri dan melepas celana Ibunya. Dadang tersadar kalau Ibunya mengenakan celana dalam G-String yang pernah diberikan Pak Emil yang merupakan milik Nyonya Sasi. Kembali Dadang teringat akan Nyonya Sasi yang sangat suka mengenakan celana dalam model tersebut.

Kemudian Dadang menenggelamkan wajahnya di selangkangan Ibunya. Ia menghirup aroma selangkangan Ibunya yang sangat khas itu. Kemudian Dadang membuka celana dalam itu dan membelai lembut jembut Ibunya yang lebat hingga menutupi belahan memeknya. Dadang meminta Ibunya untuk berbaring dan melebarkan kedua kakinya. Dadang menyibak bulu jembut itu untuk bisa menjilat memek Ibunya. Ia melihat lubang memek Ibunya yang merekah merah.

Lubangnya tampak sedikit lebar karena sudah ditusuk oleh banyak kontol. Dadang menjilati klitosi Ibunya yang menonjol itu. Bu Anis menggeliat seperti cacing karena gelinya. Ia meremas rambut Dadang dan menekan kepala Dadang agar semakin buas menjilati memeknya. Aliran cairan cinta Bu Anis semakin banyak dan membuat Dadang semakin bersemangat. Ia memasukan tiga jarinya sekaligus kedalam lubang Ibunya. Ia tusuk dengan cepat sembari menjilati klitoris Ibunya.

"Aaahhhh.. Daannggg.. Itiiilll Ibuuuu rasssaaannyyaa eennaaakkk.. Aaahhhh.. Ibu maauuu keluaarrrr.. Ooohhhh" erang Bu Anis.

Sesaat kemudian Bu Anis mulai orgasme. Ia menekan kepala Dadang agar lidahnya terus menjilati klitorisnya. Dadang merasakan dinding memek Ibunya berkedut kencang dan terasa semakin hangat. Lalu ia keluarkan jarinya yang basah dan lengket itu. Kemudia ia memasukkan jarinya ke dalam mulut Ibunya.

Bu Anis menjilatinya dengan penuh penghayatan. Ia begitu menikmati cairan cintanya sendiri. Kemudian Dadang memberikan waktu untuk Ibunya beristirahat guna menikmati sisa-sisa orgasmenya. Sementara itu Dadang sibuk menjilati anus Ibunya yang terlihat sempit dan menantang. Bu Anis tersenyum dalam hati karena baru kali ini ada seeseorang yang menjilati anusnya.

Dadang membasahi jarinya dan menusuk anus Ibunya dengan jari tengahnya. Bu Anis kembali menikmati rasa enak yang tiada tara. Mungkin dikarenakan anusnya masih perawan sehingga masih terasa sempit dan nikmat.

"Sini kontolmu. Giliran Ibu yang pengen merasakan kontol gede" kata Bu Anis.

Lalu Dadang berbaring di atas kasurnya. Bu Anis mengocok kontol Dadang sambil menatap wajah anaknya yang sangat menikmati kocokannya itu. Kerasnya kontol Dadang membuat Bu Anis betah untuk terus mengocoknya. Kemudian Bu Anis mulai menjilati batang kontol Dadang dan juga menghisap buah zakarnya. Dadang menggeliat dan mengerang ketika Ibunya menggelitik lubang kontolnya dengan lidahnya. Kontolnya tak berhenti berkedut dan pelumasnya terus mengalir.

Kemudian Bu Anis memasukkan kontol Dadang ke dalam mulutnya. Bu Anis terlihat kesulitan karena besarnya kontol anaknya itu. Ia pun menghisap kontol Dadang dengan perlahan sambil terus mengocok kontol anaknya. Tangan Dadang juga tak berhenti meremas toket Ibunya itu. Lalu Ibu Anis melakukan deep throat sehingga batang kontol Dadang mentok di ujung kerongkongannya. Ia bertahan hingga 15 detik sebelum akhirnya tersedak-sedak.

Tapi ia tidak mau menyerah dan terus melakukan deep throat hingga kerongkongannya mulai terasa kebas. Bu Anis terlihat bahagia sekali dan ia seperti seorang wanita binal yang maniak kontol, ia tidak peduli akan pandangan anaknya yang menganggap seperti seorang pelacur yang ketagihan kontol. Ia terus menjilat dan mencium batang kontol Dadang. Sementara Dadang hanya tersenyum melihat tingkah Ibunya itu. Ia biarkan Ibunya untuk menikmati kontolnya yang ia suka.

"Ayo kita ngentot sayang" ajak Bu Anis yang telah bersiap mengambil posisi nungging di samping Dadang.

"Aku gak mau. Tadi Ibu melarangku untuk bersetubuh dengan Ibu" tolak Dadang yang sebenarnya hanya berpura-pura untuk memancing nafsu Ibunya.

"Tadi ibu hanya bercanda. Ayo sini masukin kontol kamu ke memek Ibu" kata Bu Anis sambil memperlihatkan lubang memeknya.

"Gak mau ah. Nanti kita bisa kena kutukan" jawab Dadang seperti kata Ibunya yang di awal tadi.

"Jangan gitu sayang. Itu sama aja kamu nyiksa Ibu. Ayo sini kontolin memek Ibu. Buat Ibu seperti lonte yang haus kontol" rengek Ibu Anis.

Dadang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ibunya itu. Dadang beruntung sekali bisa memiliki Ibu yang binal seperti Ibunya. Lalu Dadang segera mengambil posisi enak untuk bisa menikmati memek Ibunya itu.

Dadang tusukan kontolnya dengan sangat mudah hanya dalam sekali tekan. Bukan Dadang yang menggerakkan pinggulnya, justru Ibunya yang berinisiatif lebih dulu menggenjot kontol Dadang dengan gerakan maju mundur. Dadang hanya diam sambil sesekali memukul pantat Ibunya yang besar itu. Sesekali Bu Anis menggoyangkan pantatnya dengan cara diputar sehingga kontol Dadang semakin terasa nikmat didalamnya. Kali ini Dadang ikut menggerakan pinggulnya.

Keduanya saling beradu kasih yang membuat keduanya semakin tenggelam dalam lembah kenikmatan. Dadang menarik rambut Ibunya sehingga sambil terus menusuk kontolnya. Bu Anis tidak bisa membohongi dirinya kalau ia sangat menikmatinya. Setiap tusukan kontol Dadang semakin membuatnya gairah. Sesaat kemudian Bu Anis telah orgasme untuk kedua kalinya. Dadang merasakan kontolnya semakin di jepit dan hangat.

"Ibu keluar lagi. Memek Ibu gak tahan disodok kontol besar" kata Bu Anis.

"Yaudah Ibu istriahat aja dulu" kata Dadang yang ingin memberikan Ibunya waktu untuk beristirahat.

"Gak usah. Kamu entot aja memek Ibu lagi. Entot lontemu ini dengan sodokan yang nikmat" suruh Bu Anis yang tidak ingin Dadang berhenti menyodok kontolnya.

Dadang pun mendengar apa yang di suruh Ibunya. Dadang kembali menggenjot memek Ibunya dan kali ini dengan tempo yang sedang. Ia ingin Ibunya semakin gairah dan memohon untuk terus digenjot. Dadang memang sangat suka memancing gairah Ibunya agar permainan mereka semakin hot.

"Ibu mau di atas. Gantian Ibu yang mau memekin kamu" pinta Bu Anis sambil menggeser tubuhnya.

Dadang kembali berbaring dan Ibunya langsung memasukkan kontol Dadang ke dalam memeknya. Kali ini Ibunya semakin liar dengan gerakan yang tidak bisa dikendalikan. Dadang menyuruh Ibunya untuk bergerak perlahan, tapi Ibunya tidak mau mendengarkannya. Pinggulnya seakan tidak mau berhenti dan terus menggenjot kontol Dadang. Suara denyitan kasur Dadang mulai terdengar. Suara itu semakin terdengar nyaring ketika Ibu Dadang dengan kuatnya menghentakkan pinggulnya.

Kasur Dadang yang sudah lapuk membuat suara denyitan itu terdengar nyaring dan kuat. Dan BBRRRAAAKKK, kasur Dadang pun akhirnya roboh karena tidak mampu menahan beban akibat genjotan Ibunya yang tidak terkendali. Dadang sempat merasakan serangan jantung ringan. Sementara Ibunya seakan tidak merasakan apa-apa dan terus menggenjot Dadang meski kasur Dadang telah roboh. Bu Anis menarik kepala Dadang untuk menghisap toketnya. Dengan sigapnya Dadang melahap kedua gunung kembar milik Ibunya itu.

Ia bernafsu sekali menghisapnya hingga kedua puting Ibunya semakin panjang dan membesar.

"Kamu suka di memekin atau di kontolin???" tanya Bu Anis di sela-sela genjotannya.

"Aaakuuu.. Aaakuu suka dua-duanya Bu... Aaaasshh.. Pelan Bu" pinta Dadang yang mulai merasakan ngilu di kontolnya.

"Aaahh, Kalau ibu sukaaa di memekinnnn. Ibuuu jadi bebas ngentot kontol kamuuuu.. Aaaahhhh.. Uuuhhh" erang Bu Anis yang semakin tidak terkendali.

Dadang suka sekali melihat Ibunya yang binal itu. Ia semakin gemas dan semakin bergairah dengan kebinalan Ibunya itu. Karena terlalu bersemangat, tenaga Bu Anis mulai kendur dan ia pun sudah tak sanggup lagi menggenjot kontol anaknya.

"Aaahh.. Ibu capek... Gantian kamuu yang kontolin Ibu" pinta Bu Anis dengan nafas yang naik turun.

Dadang menggenjot memek Ibunya dengan menggerakan pinggulnya naik dan turun. Ia melakukannya dengan pelan agar ia bisa menikmati gesekan antara batang kontolnya dan juga dinding memek Ibunya. Tapi Bu Anis tampak tidak puas dan meminta anaknya untuk melakukannya dengan lebih cepat. Ia pun merasakan orgasmenya akan segera tiba.

"Daaanngg, Entot yang cepat.. Loyo banget sih kamu" rengek Ibunya sambil memukul dada Dadang.

"Aku mau Ibu memohon" pancing Dadang dan ia pun menghentikan genjotannya untuk mendengar suara permohonan dari Ibunya.

"Dadaangg sayanggg.. Entot memek Aniiss ya.. Entott yang kuaaattt.. Soalnya memek Aniss udah mauu muncrat nih" mohon Bu Anis.

Setelah mendengar permohonan Ibunya, barulah Dadang kembali menggenjot memek Ibunya dengan tempo yang luar biasa cepatnya. Dadang mengerahkan seluruh tenaganya dan berharap ia segera mendapatkan orgasmenya.

Dadang merasakan orgasme Ibunya yang tak terkendali. Bu Anis mengerang dan mendesah dengan hebatnya, ia tidak peduli apakah desahannya itu terdengar sampai ke luar rumahnya. Dadang pun juga sudah mulai merasakan orgasmenya sudah dekat. Dadang semakin cepat hingga memek Ibunya terasa perih.

"Hentikkaaann... Hentikannnn !!" jerit Ibu Anis yang tidak kuat menahan sakit di memeknya.

Dadang tidak berhenti dan terus menggenjotnya. Air liur Ibunya bertumpahan di dadanya seperti anjing yang terkena rabies. Bu Anis mulai menangis karena tak sanggup menahan perih. Dan akhirnya orgasme Dadang pun tiba. Dengan sekuat tenag ia menancapkan kontolnya semakin dalam hingga menyentuh rahim Ibunya.

Ia keluarkan seluruh cairan panasnya di dalam memek Ibunya. Bu Anis merasakan betapa hangat nya sperma anaknya itu. Ia merasakan aliran sperma Dadang masuk ke dalam rahimnya. Bu Anis memeluk Dadang dengan erat dan ia takjub karena Dadang tidak berhenti mengeluarkan hingga belasan kali semprotan.

"Kenapa pejuhmu begitu banyak?" tanya Bu Anis.

"Aku tidak tahu, Bu. Aku selalu begitu setiap kali keluar" jawab Dadang yang tidak tahu penyebabnya.

Lalu keduanya pun terkulai lemas tak berdaya. Kontol Dadang masih menancap di dalam memek Ibunya sambil merasakan pijatan lembut dinding memeknya. Tanpa sadar keduanya pun mulai tertidur karena kelelahan. Keduanya tidur sambil berpelukan dengan kontol Dadang yang tetap menancap di memek Ibunya.

Rabu, 22 Februari 2017

Kenikmatan (Season 1 : Kenikmatan Terakhir Dengan Sasi)


http://ompoker.info/?ref=br201608 - Nyonya Sasi melihat Dadang yang menangis akibat perbuatannya. Ia mulai merasa kasihan dengan keadaan Dadang yang tersiksa karenanya. Jika bukan karena kejantanan Dadang, semua ini tidak mungkin terjadi. Beberapa wanita berebut ingin mendapatkan kejantanan Dadang. Nyonya Sasi memeluk Dadang dan mencium pipi Dadang yang ia tampar tadi.

"Maafkan aku. Ini semua adalah salahku" kata Nyonya Sasi.

"Nyonya...." panggil Dadang sambil menatap wajah Nyonya Sasi yang sendu itu.

"Iya, Dang. Jangan nangis lagi. Ayo kita kembali ke balai desa" ajak Nyonya Sasi sambil menarik tangan Dadang, tapi Dadang menolaknya.

"Aku ingin berhenti bekerja untuk Nyonya" kata Dadang dengan sangat berani dan membuat Nyonya Sasi terkejut.

"Kenapa??? Kamu tdiak bisa melakukan itu. Kamu harus ingat dengan kesepakatan yang telah kita janjikan" kata Nyonya Sasi yang kini ketakutan akan ditinggal oleh Dadang.

"Aku ingin kembali menjadi diriku yang dulu. Aku akan mengganti semua yang Nyonya berikan kepadaku sesuai dengan perjanjian itu" kata Dadang.

"Tidak, aku tidak mau. Kamu harus tetap berada disisiku. Bahkan untuk selama-lamanya" kata Nyonya Sasi yang berusaha untuk mencegah niat Dadang.

"Aku tidak mau. Terima kasih atas semua yang telah Nyonya berikan kepadaku" kata Dadang. Ia pun mengembalikan jam tangan dan kalung mahal yang diberikan Nyonya Sasi. Tekad Dadang untuk berhenti sudah sangat bulat dan tidak bisa diganggu gugat.

"Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku sayang samamu. Hanya kamu yang bisa membuat ku merasa nyaman" kata Nyonya Sasi yang jujur dari dalam hatinya. Ia pun berlutut di depan Dadang. Ia rela merusak harga dirinya sebagai wanita yang harusnya dihormati dan disegani. Ia memeluk kaki Dadang dan terus memohon untuk tidak ditinggal oleh Dadang.

"Aku hanya berhenti dari pekerjaanku. Aku tidak mengatakan akan meninggalkan Nyonya" kata Dadang dan ia pun menyuruh Nyonya Sasi untuk berdiri. Dadang memeluk Nyonya Sasi dengan mesra. Ia merasa berhutang banyak kepadanya karena bagaimanapun juga Nyonya Sasi yang telah membuatnya menjadi pria tangguh.

Dan sebagai kado ulang tahun untuk Nyonya Sasi, Dadang mengajak Nyonya Sasi untuk bercinta. Nyonya Sasi yang masih dirundung oleh kesedihan hanya mengikuti Dadang kemanapun ia membawanya. Dadang mengajak Nyonya Sasi menuju ke sebuah sungai yang merupakan tempatnya bermain. Aliran sungai itu begitu  tenang dan airnya sangat jernih. Keadaan disekitar sungai juga sangat sepi karena kebanyakan warga sedang berpesta di balai desa. Dadang mengambil beberapa lembar daun pisang sebagai alas untuk berbaring.

Dadang membaringkan tubuh Nyonya Sasi diatas lembaran daun pisang itu. Ia menyeka air mata Nyonya Sasi yang terus mengalir. Nyonya Sasi membenamkan wajahnya di dada Dadang. Dadang memeluknya dengan mesranya. Lalu tangan nakal Dadang membelai pantat Nyonya Sasi yang membusung itu. Secara perlahan kesedihan Nyonya Sasi mulai sirna dan ia mulai menikmati setiap belaian Dadang.

"Berikan aku kehangatan dengan pejuhmu itu" ucap Nyonya Sasi sambil tersenyum.

Dadang mencium bibir Nyonya Sasi dengan mesra. Dadang yang mulai mahir dalam berciuman berinsiatif untuk memainkan lidahnya. Nyonya Sasi tak mau kalah dan ia membalas permainan lidah Dadang. Lidah mereka saling membelit. Sesekali Dadang menghisap lidah Nyonya Sasi yang membuat Nyonya Sasi semakin bergairah. Tangan Nyonya Sasi mulai turun ke selangkangan Dadang dan membelai kontol Dadang. Ia membuka resletting celana Dadang dan mengeluarkan kontol Dadang.

Ia menggenggam dengan lembut kontol Dadang yang gagah itu. Dadang juga tak mau tinggal diam dan menyusupkan tangannya ke dalam rok panjang yang dikenakan Nyonya Sasi. Ia menyentuh memek Nyonya Sasi yang ternyata tidak terbungkus oleh celana dalamnya. Dengan bebasnya Dadang membelai memek Nyonya Sasi sambil sesekali memasukan dua jarinya ke lubang memeknya. Nyonya Sasi mengerang dan membuat kocokan di kontol Dadang semakin cepat. lalu Nyonya Sasi membuka kancing kemejanya satu per satu. Lalu ia mengeluarkan kedua toketnya yang besar itu dari dalam BH nya.

"Hisap tetek ku, Nang. Hisap yang kuat ya" pinta Nyonya Sasi.

Dadang tersenyum mendengarnya dan segera melahap kedua gunung kembar milik Nyonya Sasi. Ia menghisapnya dengan sangat kuat hingga tubuh Nyonya Sasi ikut terangkat. Kedua putingnya silih berganti mendapat hisapan mulut Dadang. Kemudian Dadang ingin merasakan kontolnya dijepit diantara kedua gunung kembar itu.

Dadang meletakkan kontolnya diantara belahan toket Nyonya Sasi. Nyonya Sasi pun segera menjepit kontol Dadang dengan toketnya itu. Lalu Dadang bergerak maju mundur dengan perlahan dan ia mulai merasakan sesuatu yang cukup nikmat.

"Lebih enak dijepit memek atau sama tetek??" tanya Nyonya Sasi dengan nakalnya.

"Sudah pasti dijepit sama memek. Apalagi kalau dijepit sama memek nya Nyonya Sasi" jawab Dadang dan membuat Nyonya Sasi tertawa.

"Mulai sekarang kamu tidak usah panggilku dengan sebutan Nyonya. Cukup panggil namaku saja" suruh Nyonya Sasi.

"Benarkah??? Baiklah kalau Nyonya... Eh maksudku Sasi mau seperti itu" kata Dadang sambil mencium bibir Nyonya Sasi.

"Jilatin memek ku dong. Udah gatel nih" pinta Nyonya Sasi dengan manjanya.

Lalu Dadang meminta Nyonya Sasi untuk melakukan posisi 69. Dengan lahapnya kedua manusia yang tengah dirasuki nafsu itu saling melahap kelamin satu sama lain. Dadang begitu bersemangat menjilati memek Nyonya Sasi dan mencucukkan lidahnya kedalam lubangnya. Anus Nyonya Sasi juga tak luput dari jilatannya dan membuat anus Nyonya Sasi berkedut kencang. Sementara Nyonya Sasi tengah menikmati es krim lezat yang bentuknya panjang dan keras.

Ia menjilati batang kontol Dadang dengan lahapnya. Mereka saling memberikan rangsang dan juga kepuasan. Dadang ingin menikmati tubuh Nyonya Sasi yang mungkin akan menjadi yang terakhir untuknya. Begitu juga dengan Nyonya Sasi yang seakan tidak ingin melepaskan kontol Dadang dari genggamannya. Setelah puas melakukan foreplay barulah acara utama dimulai. Kali ini Nyonya Sasi meminta Dadang untuk bercinta dipinggiran sungai. Keduanya saling menelanjangi diri sebelum menyeburkan tubuh mereka ke dalam sungai yang dangkal. Keduanya seperti anak kecil yang saling bermain air.

Mereka saling kejar-kejaran didalam sungai sebelum Dadang berhasil memeluk tubuh Nyonya Sasi. Ia mencium leher dan belakang telinga Nyonya Sasi yang merupakan titik rangsang Nyonya Sasi. Nyonya Sasi merasa begitu bahagia dan ia tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya. Ia sangat senang bisa mengenal Dadang yang dulu sempat ia remehkan dan ia permainkan. Ia jadi menyesal karena tidak menolong Ayah Dadang kala itu. Karena terlalu gembira keduanya pun tidak sadar kalau sedang di awasi oleh seorang pria yaitu Pak Emil.

Saat itu Pak Emil sedang kebelet buang air kecil dan secara tidak sengaja melihat Dadang dan Nyonya Sasi tengah bermadu kasih. Pak Emil merasa iri kepada Dadang yang berhasil menyetubuhi Nyonya Sasi karena ia dulunya adalah penggemar berat Nyonya Sasi.

Ia sering berangan-angan untuk bisa bercinta dengan Nyonya Sasi. Pak Emil pun bersembunyi di balik semak-semak sambil melihat Dadang dan Nyonya Sasi yang akan segera melakukan senggama. Dadang berbaring diatas sebuah batu besar dan Nyonya Sasi menunggangi kontol Dadang dari atas. Pantat Nyonya Sasi bergerak maju mundur dan juga memutar. Dadang sangat suka ketika Nyonya Sasi melakukan hal itu.

"Kamu suka ngentot dengan ku kan... aaaaahhhh... AAAaaahhh" erang Nyonya Sasi.

"Su... Suka banget. Aku tidak ingin kontolku keluar dari memek kamu.... AAaahhh... Aaaaahh" erang
Danang sambil mencoba mengimbangi gerakan Nyonya Sasi.

Gerakan Nyonya Sasi yang liar dan tidak teratur itu membuat Dadang tidak bisa mengimbanginya. Ia ingin ikut menggerakkan pinggulnya, tapi gerakan Nyonya Sasi yang erotis itu membuatnya hanya bisa diam dan menikmatinya. Lalu keduanya merubah posisi dengan bercinta sambil berdiri. Keduanya saling berhadap-hadapan dan Dadang menggangkat kaki kiri Nyonya Sasi untuk membuka belahan memeknya. Lalu Dadang memasukkannya dan langsung menggunakan tempo penuh untuk menggenjot memek Nyonya Sasi.

Pak Emil sendiri ikut takjub dengan kejantanan Dadang. Ia mengira kalau satu-satunya pria jantan yang ada di desa ini hanyalah ia seorang. Pak Emil telah banyak bersetubuh dengan beberapa gadis dan wanita yang ada di desa.

Itulah kenapa Mbak Yuli pernah mengatakan kalau kelakuan Pak Emil itu bukan menjadi rahasia lagi untuknya. Tubuh Nyonya Sasi berguncang-guncang dan nafsunya semakin meningkat hingga ke ubun-ubun.

"Daaannnggg... Memek kuuuuuu.. Muncrat.. Aaaahhhh.... Kontolllll... Aaaahhh" jerit Nyonya Sasi.

Dadang memeluk tubuh Nyonya Sasi dengan kuat agar ia tidak jatuh. Dadang merasakan kontolnya semakin terjepit di dalam memek Nyonya Sasi. Lalu Dadang mengeluarkan kontolnya dan terdapat cairan putih yang menempel dibatang kontolnya. Nyonya Sasi berjongkok dan menjilati kontol Dadang sampai bersih. Lalu Nyonya Sasi menungging sambil bertopang di atas batu. Ia meminta Dadang untuk menggenjot anusnya yang terlihat sedikit terbuka karena Nyonya Sasi yang suka meminta untuk bermain anal.

Dadang menjilati anus Nyonya Sasi sampai basah. Lalu Dadang masukkan kontolnya secara perlahan. Nyonya Sasi mengeluh pelan karena meski sering di genjot Dadang, anusnya masih terasa perih ketika kontol Dadang masuk ke dalamnya.

Pak Emil semakin iri dengan Dadang. Selama ini Pak Emil belum pernah merasakan yang namanya anal seks. Baginya lubang ansu itu sangat kotor dan setelah melihat persetubuhan itu, pikiran Pak Emil berubah dan ia ingin sekali melakukan anal. Dadang menggenjot anus Nyonya Sasi dengan penuh gairah, sementara tangan Nyonya Sasi mengelus klitorisnya untuk menambah ras nikmat.

"Danggg.. Keluarin pejuhhhmuuuuu di anusku yaaaaa.. Aaaahhh.. Uhhh" desah Nyonya Sasi yang meminta Dadang memenuhi anusnya dengan spermanya.

Dadang mulai merasakan orgasmenya sudah hampir tiba. Ia percepat temponya sambil meremas toket Nyonya Sasi yang menggantung dengan indahnya. Lalu dengan sekuat tenaga ia keluarkan spermanya didalam anus Nyonya Sasi. Belum lagi spermanya habis keluar, Dadang mencabut kontolnya dan menumpahkan sisa spermanya di wajah Nyonya Sasi. Nyonya Sasi terkulai lemas hingga ambruk di atas batu tersebut. Dadang yang masih merasa bergairah pun memasukkan kontolnya ke dalam memek Nyonya Sasi hingga Nyonya Sasi orgasme berkali-kali.

Persetubuhan itu pun di tutup dengan Dadang dan Nyonya Sasi bersantai di pinggir sungai. Mereka melihat matahari senja yang sangat indah di langit. Nyonya Sasi merangkul lengan Dadang dan menyenderkan kepalanya dipundak Dadang. Nyonya Sasi sangat bahagia sekali dan ia tidak ingin hari yang bahagia ini segera berakhir.

"Apakah kamu benar-benar ingin berhenti???" tanya Nyonya Sasi lagi yang masih ingin membujuk Dadang untuk bertahan.

"Keputusanku sudah bulat, Sasi. Aku ingin kembali seperti diriku yang dulu. Aku merasa diriku yang ini bukanlah diriku yang sebenarnya" jawab Dadang sambil merangkul tubuh Nyonya Sasi untuk semakin dekat dengannya.

"Baiklah, aku hargai keputusanmu itu. Tapi berjanjilah kalau kamu akan selalu ada bila ku membutuhkanmu" pinta Nyonya Sasi yang berharap agar Dadang mau memenuhi permintaannya yang satu ini.

"Aku janji. Kapanpun Sasi membutuhkanku, aku pasti akan ada di sana" kata Dadang sambil tersenyum lebar dan kemudian mencium bibir Nyonya Sasi sebelum mereka kembali ke rumah.

Pada hari-hari berikutnya, Dadang memulai aktifitas hariannya seperti dulu lagi. Ia kembali tinggal dirumahnya dengan sedikit melakukan renovasi agar rumahnya tampak cantik. Ia kini tinggal sendirian karena sang Ibu yang memilih untuk tinggal bersama Pak Emil. Berita tentang mundurnya Dadang dari pekerjaannya sudah diketahui oleh semua warga desa. Mereka mengapresiasi langkah Dadang yang dinilai tepat dan sangat berani. Warga mengembalikan image baik kepada diri Dadang yang sempat tercoreng. Dadang senang sekali bisa kembali ke kehidupan normalnya. Ia bisa bekerja di sawah dan berkumpul bersama teman-temannya lagi termasuk dengan Tristan.

Bagi Tristan, kembalinya Dadang ke rumah itu membuatnya tidak bisa lagi menggunakan Ibu Dadang sebagai alat untuk mencari duit. Dadang sendiri masih berusaha mencari tahu ada kesepakatan apa antara ibunya dan juga Tristan hingga ia dengan tega memperalat Ibunya. Tristan juga tidak tahu kalau Ibunya dan juga Dadang sering bersetubuh ketika ia sedang tidak ada di rumah. Ibu Tristan yang selalu meminta Dadang untuk menyetubuhinya karena sudah ketagihan. Sementara Kakak Tristan hanya bisa menjadi penonton karena ia dilarang oleh Ibunya untuk bercinta.

Setidaknya Kakak Tristan bisa sedikit puas karena foreplay yang dilakukan oleh Dadang. Hubungan Dadang dan Mbak Yuli mulai merenggang meski Mbak Yuli telah mendengar berita tentang pengunduran diri Dadang. Bagi Mbak Yuli, Dadang telah menyakiti hatinya dengan membagi kejantanannya dengan banyak wanita. Ia pikir hanya dirinya yang berhak merasakan kejantanan Dadang.

Sementara itu Pak Emil semakin hari semakin gelisah karena ia ingin sekali untuk bisa mencicipi tubuh Nyonya Sasi. Rasa irinya terhadap Dadang membuatnya terus memikirkan cara untuk bisa melakukan niat bejatnya itu. Ia ingin mengancam Nyonya Sasi karena ia adalah saksi persetubuhan antara Nyonya Sasi dan juga Dadang.

Hingga pada suatu malam niat bejatnya itu pun berhasil dilakukannya dan bahkan ia melakukannya lebih dari yang ia duga. Saat itu hujan deras dan angin kencang sedang melanda desa Dadang. Malam-malam sekali Pak Emil keluar dari rumahnya sambil melawan cuaca ekstrem demi bisa merasakan tubuh Nyonya Sasi.

Ia menunggu waktu hingga pukul satu pagi di dalam hutan yang ada di depan rumah Nyonya Sasi. Setiap pukul satu pagi selalu terjadi pergantian penjaga dan ia bisa memanfaatkan kelengahan itu untuk menyusup masuk ke dalam rumah Nyonya Sasi. Sebagai mantan tangan kanan Nyonya Sasi, ia tentu tahu seluk beluk tentang rumah Nyonya Sasi termasuk keamanannya.

Saat pukul satu pagi tiba, Pak Emil langsung bergerak menuju pintu gerbang rumah Nyonya Sasi. Ia melihat pos penjagaan tengah kosong melompong. Ia pun bergerak ke halaman belakang rumah Nyonya Sasi dengan sangat hati-hati. Lalu ia memanjat ke atas balkon yang langsung terhubung dengan kamar Nyonya Sasi.

Ia beruntung karena pintu balkon tidak dalam keadaan terkunci dan ia pun masuk ke dalam kamar Nyonya Sasi. Gairahnya pun langsung naik ketika melihat Nyonya Sasi tengah tertidur pulas dengan telanjang bulat. Ia menelan ludah melihat keseksian tubuh Nyonya Sasi yang tidak tertutupi satu helai benang pun.

Ia melihat dada Nyonya Sasi yang besar itu naik turun seiring dengan gerakan nafas Nyonya Sasi. Ia mengeluarkan kontolnya dan mengocok kontolnya sambil melihat tubuh bugil Nyonya Sasi. Lalu ia mendekat dan memberanikan diri meremas toket Nyonya Sasi yang kenyal itu. Ia meremasnya dengan sangat kasar hingga membuat Nyonya Sasi terbangun.

Dengan keadaan kamar yang gelap gulita, Nyonya Sasi melihat bayangan seseorang yang sedang meremas toketnya. Ia pikir kalau itu adalah Dadang dan ia terlihat bahagia sekali. Nyonya Sasi menghidupkan lampu dan ia kaget melihat sosok bayangan itu yang ternyata adalah Pak Emil.

"EMMIIIILLLL ! Apa yang kamuu.... "

Belum lagi Nyonya Sasi menyelesaikan omongannya, mulut Nyonya Sasi langsung disumpal kontol Pak Emil. Nyonya Sasi meronta dan berusaha mengeluarkan kontol Pak Emil dari dalam mulutnya. Ia mendorong dan memukul tubuh Pak Emil, namun Pak Emil terus bertahan sambil menggenjot kontolnya didalam mulut Nyonya Sasi. Lalu Nyonya Sasi menggigit kontolnya Pak Emil dengan keras hingga Pak Emil langsung mengeluarkan kontolnya. Ia melihat kontolnya sedikit berdarah karena gigitan itu. Ia pun marah besar dan mencekik leher Nyonya Sasi serta menamparnya.

"Kalau Nyonya tidak mau melayaniku, aku akan laporkan kepada warga tentang hubungan spesial Nyonya dengan Dadang" ancamnya ke Nyonya Sasi.

"Uhuukk... Uhuuukk.. Hu... Hubungan apa yang kamu maksud???" tanya Nyonya Sasi sambil berusaha menyingkirkan tangan Pak Emil dari lehernya.

"Aku melihat Nyonya sedang ngentot dengan Dadang di sungai beberapa hari yang lalu" jawab Pak Emil dan Nyonya Sasi pun terkejut.

"Dasar bajingggannn !!! Aku tidak takut kepadamu !!" kata Nyonya Sasi yang tidak takut dengan ancaman Pak Emil.

Lalu Nyonya Sasi berusaha untuk membuka lacinya. Ia pun berhasil meraih sebuah pisau belati peninggalan suaminya dan melayangkan pisau itu hingga menggores pipi Pak Emil. Pak Emil semakin emosi dan ia juga semakin beringas. Ia berusaha untuk mengambil pisau itu dari tangan Nyonya Sasi dan secara tidak sengaja, Pak Emil justru menancapkan pisau itu tepat di leher Nyonya Sasi. Pak Emil langsung kaget dan ia mulai ketakutan. Nyonya Sasi yang masih sadar berusaha untuk mencabut pisau itu dari lehernya yang mulai berceceran banyak darah. Ternyata rasa ketakutan Pak Emil masih lebih kecil dibanding gairah Pak Emil.

Ia pun memanfaatkan situasi itu dengan langsung menusuk memek Nyonya Sasi dengan kontolnya. Ia menyetubuhi Nyonya Emil sambil melihat Nyonya Sasi yang sudah hampir mati karena kehilangan banyak darah. Lalu beberapa saat kemudian Nyonya Sasi harus merenggang nyawa. Dengan seketika tubuh Nyonya Sasi menjadi kaku, namun Pak Emil masih terus menggenjot kontolnya dengan penuh nafsu sambil memaki Nyonya Sasi yang telah tiada. Sementara itu secara mengejutkan Danang sudah berada di depan pintu gerbang Nyonya Sasi. Entah kenapa malam itu ia tidak bisa tidur dan terus teringat akan Nyonya Sasi.

Ia memiliki firasat buruk tentang Nyonya Sasi yang telah ia tinggalkan selama beberapa hari. Lalu ia pun meminta izin kepada penjaga untuk diterima masuk ke dalam rumah Nyonya Sasi. Lalu penjaga mengizinkan Dadang untuk masuk dan Dadang segera menuju ke lantai dua dimana kamar Nyonya Sasi berada. Ia membuka pintu kamar Nyonya Sasi dengan pelan karena ia sengaja ingin mengejutkan Nyonya Sasi. Setelah pintu sedikit terbuka, Dadang mendengar suara ribut dari arah ranjang Nyonya Sasi.

Ia pun masuk ke dalam kamar dan ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ia begitu kaget dan juga syok melihat tubuh Nyonya Sasi yang bersimbah darah dengan pisau yang masih menancap di lehernya.

Lalu matanya tertuju pada pria yang masih sibuk menggenjot memek Nyonya Sasi. Lalu Dadang mengambil sebuah tongkat panjang dan memukulkan tongkat itu ke punggung Pak Emil. Lalu Pak Emil tersungkur sambil memegangi punggungnya. Dadang terkejut kalau pria tersebut adalah Pak Emil dan Pak Emil juga kaget bukan main setelah dipergoki oleh Dadang.

Dengan tergesa-gesa Pak Emil keluar dari kamar Nyonya Sasi melalui balkon dan ia pun memberanikan diri untuk melompat kebawah. Alhasil pendaratannya pun tidak sempurna yang mengakibatkan kakinya patah. Para penjaga yang melihat kejadian itu langsung mengepung Pak Emil. Dadang ikut turun ke bawah dan langsung menghajar Pak Emil hingga habis-habisan. Ia begitu emosi sampai sulit untuk mengontrol dirinya sebelum para penjaga berhasil memegang tubuh Dadang.

Para penjaga terkejut setelah mendengar Nyonya Sasi telah tewas di bunuh oleh Pak Emil. Lalu para penjaga melaporkan Pak Emil kepada polisi. Dadang kembali ke kamar Nyonya Sasi untuk melihat jasad seseorang yang ia sayangi. Nyonya Sasi tengah dikerubungi oleh para pembantunya yang syok melihat tubuh kaku Nyonya Sasi yang mengenaskan itu. Dadang memeluk Nyonya Sasi dan menangis sejadi-jadinya. Ia merasa gagal karena tidak mampu melindungi Nyonya Sasi.

Ia merasa menyesal setelah meninggalkan Nyonya Sasi. Rasa penyesalan Dadang tidak akan mengembalikan Nyonya Sasi yang telah meninggal dunia. Dadang menutup mata Nyonya Sasi yang masih terbuka dan  kemudian mencium kening Nyonya Sasi untuk terakhir kali.

"Aku cinta padamu Sasi. Maafkan aku karena gagal melindungimu" kata Dadang dengan mengucapkan kata-kata terakhir untuk Nyonya Sasi.

Selasa, 14 Februari 2017

Punyanya yang begitu 'besar' membuat ku merasakan nafsu tak tertahankan


http://ompoker.info/?ref=br201608 - Hari ini tepat dimana aku dan pacar ku pergi ke pulau bersama teman-teman kami untuk melepas penat kami selama bekerja.
Aku dan pacar ku sudah hampir 8 bulan bersama menjalani hubungan, dan kami memang satu kantor. Kami pertama kali bertemu di kantor yang sekarang kami tempati ini.


Awalnya dia membuat ku merasa seperti seorang yang sangat berarti buat nya. Dia terus mengejarku tanpa rasa lelah, dia membuat ku percaya bahwa dia akan selalu mencintaiku.

Aku pun tidak akan menyakitinya karna dia sudah menunjukkan bukti cinta nya kepada ku.

Enam bulan pun sudah berlalu, aku tidak pernah satu hari tidak bertemu dengan kekasih ku, sabtu minggu pun kami selalu bertemu, dia selalu datang kerumah ku.

Dan tepat di malam minggu.

"Dek, mama pergi arisan dulu ya ditempat tante Laras. Andy nanti kesini? Kalau kesini jangan didalam rumah terus ya, ntar apa kata orang, mending kalian di teras aja ngobrol-ngobrolnya. Ayah pulang besok pagi. kakak kamu katanya hari ini gak jadi pulang tapi paling besok sore pulangnya" ucap ibu ku.

"Iya ma, mama hati-hati ya dijalan, pelan-pelan bawa mobilnya" ucap ku sambil me-nyalim tangan kanan ibu ku.

Ibu ku pun segera pergi dan aku pun menunggu pacar ku di teras rumah.

Beberapa menit kemudian dia pun sudah datang dengan motor ninja kesayangannya.
Aku pun langsung bergegas berdiri dan menghampirinya.

"Hai sayang, lama nunggu aku ya?" ucap pacarku sambil membuka helm dan jaket nya.

"Gak kok, baru aja. Mama juga barusan pergi mau arisan. Sini ku simpan lagi jaket mu sayang"

"Oh pantes tadi ku lihat kayak mobil yang biasa dibawa mama. Di dalam ada siapa sayang?"

"Gak ada siapa siapa. Pada pergi semua. Kakak masih ada tugas, Ayah juga besok katanya baru bisa pulang"

"Oh gitu, yaudah nanti kita pergi cari makan diluar aja. Pasti mama gak masak lagi kan? Aku mah udah tau. Setiap arisan pasti jarang masak"

"Iya hehhe, mama juga tadi nyuruh kita jangan lama lama didalam rumah. Gak enak kata tetangga"

"Oh yaudah"

"Ayok masuk dulu, aku mau buatin minum untuk mu"

Kami pun masuk ke dalam rumah.

Aku membuat teh untuk nya, dan dia pun menyetel televisi.

"Ada berita terbaru sayang. Kamu tau gak?" ucap pacar ku yang selalu update mengenai berita-berita yang ada, sedangkan aku?? hmmm untuk nonton aja gak bisa lama-lama, pasti sudah langsung bosan.

"Tau, yang masalah politik lagi kan? bosan ah itu mulu beritanya" gaya ku yang sok-sok an tau. Dalam hati aja aku tertawa geli karna sikap ku yang sudah biasa pura pura tau setiap ditanya Andy alias kekasih hatiku.

"Bukan tentang politik itu lagi. Hari ini ada Aksi di Jakarta. Kamu sih gak mau nonton berita"

"Bukannya gak mau, tapi gak sempat" elak ku yang sembari memegang hp membuka ig ku.

"Eh sayang, liat deh cara masak nya kayaknya mudah deh, cuma di rebus terus digoreng. Bumbunya semua pun kayaknya lengkap deh di dapur kalau bumbu gitu doang"

"Maksudnya, kamu mau buat gitu? coba aja, kan gak ada salah nya sayang. Kan kamu persiapan nanti jadi istri"

"Ah kamu bisa aja. Yok kita buat, tapi kamu temeni aku ya didapur. Kamu duduk aja gak usah ikut aku masak, nanti berantakan hihih weeee" ledek ku yang selalu menggoda nya.

Aku pun sudah mempersiapkan semua bahan yang diperlukan untuk menu masakan tersebut.


Setelah semua masakan sudah hampir selesai, dia pun dengan tiba-tiba memeluk badan ku dari belakang.

"Kamu kenapa sayang? kok tiba-tiba meluk aku gini. Kamu udah lapar ya? maaf ya kalau lama sayang" ucap ku yang langsung berbalik badan menghadap dirinya dan dia pun masih memeluk ku.

"Enggak kok. Ohiya, sayang. Mama seperti biasa kan pulang nya?"

"Iya, kenapa?"

Dengan cepat dia pun langsung mencium bibir ku. Menyergap lidah ku. Dan memainkannya dengan cepat.

"Sayangggg??? Tunggu" ucap ku yang memikirkan masakannya takut gosong.

"Uuummm" gerangnya

"Sayanggg, masakannya nanti gosong. Aku matiin dulu kompornya"

"Ha? Ohiya. Yaudah kamu matiin dulu gih" ucap nya yang langsung menghentikan ciuman itu.

"Kamu seksi banget sih sayang kalau lagi masak" dia pun tetap memeluk ku dari belakang.

"Kamu bisa aja, kayaknya semua perempuan kalau lagi masak pasti terlihat seksi kok"

"Hhhmm tapi kamu paling seksi" dia pun kembali memanas setelah aku sudah mematikan kompor gasnya.

Dia kembali mencium ku, bahkan dia menggigit bibir ku hingga membuat ku tertantang memainkan lidah mungil ku dan bibir tipis ku ini.

"Sayang, kita ke kamar yuk. Sebentar aja bebaring. Gak ada orang kan selain kita?" ucap pacar ku yang pernah main ke kamar ku karna pada saat itu aku sedang sakit dan dia merawatku dengan baik pada saat itu.

"Gak ada kok, tapi...?" ucap ku yang belum selesai namun sudah kembali dicium oleh nya.

Dia menggendong ku, dan membawa ku ke dalam kamar sambil tetap menciumi bibir ku dan memainkan lidahnya yang lihai itu.

Aku pun senang sekali rasanya ketika di angkat nya seperti itu. Tapi aku bingung, dia kok tumben-tumbennya ngajak ke kamar ku.,

"Eh kamu mau ngapain sih? Kok ngajak ke kamar?"

"Uhhmmm" Dia pun tetap terus menikmati ciuman itu

"Eh kamu mau ngapain? Tangan mu ngapain mau masuk ke dalam baju ku?" dengan sergap aku pun menangkap tangan nya yang mulai membandel itu.

"Hmm, aku tanya sama mu ya sayang. Kamu percaya gak sama ku? Kamu yakin sama ku?" tanya nya yang membuat ku menjawab dengan seriusnya.

"Iya, kenapa emang? aku tau kamu mau ngapain. Aku yang seharusnya tanya ke kamu. Kamu bisa setia sama ku gak setelah hal semacam itu terjadi?" ucap ku yang hanya mendapat jawaban dari bibirnya namun di realitanya kan kita tidak tahu apakah ucap bibir nya bisa dipercaya atau tidak.

"Aku gak akan pernah mempermainkan mu. Aku janji bahkan aku berani bersumpah"

"Ya, aku percaya. Tolong ingat janji mu itu"

Dia pun langsung kembali menciumi ku makin buas dari sebelumnya.

Ciuman itu seakan-akan seperti sudah sering dilakukannya. Padahal kami sebenarnya ciuman selama ini hanya biasa biasa saja. Hanya memainkan lidah di dalam mulut, mengadu lidah dan sebatas itu saja.

Tapi aku menikmatinya. Dia meraba-raba tubuhku, tangan nya pun meremas bokong ku dengan nikmatnya.

Selang beberapa menit kemudian.

Tangannya masuk kedalam bajuku, dengan perlahan kedua tangannya memeras dua buah dada ku secara bersamaan. Aku pun dibaringkan nya di ranjang tidur ku yang sangat empuk itu.

Badan kami pun saling tindihan. Aku awal nya merasa sesak namun terus terusan seperti itu di tindih nya aku pun merasa biasa saja.

Dia membuka tali bh ku dengan perlahan. Dia mengeluarkan buah dada ku sebelah kiri. Dan mengisapnya dan mengemutnya seperti seorang bayi menyusu saat itu pun gairah kami sudah tak terbendung lagi.

Entah aku bingung selama ini dia gak pernah begini tetapi ketika kami akan melakukan hal tidak wajar kenapa dia begitu lihai.

Dia pun berdiri dan membuka baju nya dengan cepat, setelah itu dia pun membuka celananya sehingga pada saat itu tak ada sehelai pun yang menutupi wajahnya.

"Ih sayang apa-apaan sih pake baju kamu gih. Gak malu apa kamu" dengan sigap aku menutup kedua mata ku dan berpaling muka dari hadapannya. Namun aku penasaran sekali bentuk penisnya seperti apa.

"Ngapain aku malu lagi sama mu sayang, kamu ikutin aku aja ya"

WOWW.. Bentuknya gede juga ya, panjang lagi. Aku pun berfikir apa bentuk seperti itu bisa masuk ke dalam lobang ku?! Aku sudah ketakutan saja melihatnya. Kalau penisnya masuk apa bisa??!

Setelah itu, dia pun membuka celana ku dengan pelan-pelan. Setelah terlepas dia pun langsung memainkan lidah nya tepat di bibir kemaluanku. Dan tangannya pun terus bergerilya ditubuhku.

Tanpa ragu aku mengucapkan satu kata yang keluar dari bibirku.. "Enakkkk sayanggg"

Lidahnya terus menari-nari di kemaluanku, sungguh nikmat sekali perasaan ku pada saat itu.

Dia menjilat sambil menatap mataku. Aku merasa dijilat saja sudah puas apalagi kalau dimasukin ya, heheheh.

Tangannya pun kembali memegang kedua buah dadaku. Ia membuka semua pakaian ku sampai tak ada sehelai pun di badanku.

Aku masih merasa malu, dengan tidak sadar tangan ku mengambil bantal untuk menutupi badanku.

Dia pun tersenyum pada ku dan berkata "Kamu harus tetap bersamaku, aku sayang kamu. Kita sama sama baru kok dalam hal ini sayang. Aku kemarin nonton film bokep. Dan pengen pertama kali sama mu. Aku janji gak akan ngelakuin ini sama orang lain. Percaya ya"

Dan tiba saat nya. Dia memberikan ludahnya ke vagina ku dan dia pun memasukan penisnya kedalam vagina ku.

"AAHHHH sakitttt sayanggg, sakkiitt banget"

"Lemesin sayang, lemesin. Jangan dilawan"

"Iya sayangg, tapi masih sakit"

Aku yang terus menjerit kesakitan pun akhirnya dibungkam dia, tangannya menutup mulutku dan terkadang dia pun tidak tahan sehingga mencium ciumi bibirku dan memainkan lidahnya itu.

"Oh shit" "Oh shiiiitt" jeritnya

"Enak sayangggg, enakk" ucapnyaaa

"Aaah ah ah hhmmm aahhh" ucapku sambil memegang spray tempat tidurku.

Dia pun terus mengocok-ngocok penisnya dalam vagina ku yang semakin lama semakin kencang dan semakin enak.

Ternyata aku tidak tau kalau dia ingin mengeluarkan cairan spermanya.

"Ohhh luar biasssaaa, Terima kasih sayang. Aku sayang banget sama mu" ucapnya yang sudah terbaring lemas diatas badanku sambil mencium kening ku.

"Iya sayang. Tetap bareng aku terus ya" kata ku sambil mengelus rambutnya

Setelah kami bercinta kami pun membereskan semuanya dan membersihkan diri masing-masing, terutama aku harus membersihkan darah yang berceceran di spray kasur ku.

Setelah kami membersihkan diri, kami langsung bergegas ke dapur dan menghabisi makanan yang telah kami masak itu.

"Sayang 2 bulan lagi kayaknya kita mending buat acara jalan jalan aja yuk sekantor, kebetulan kan libur akhir tahun tuh" ucapnya yang selalu memberikan rencana rencana seru untuk sekantor.

"Boleh tuh sayang. Yuadah ntar kita omongin lagi. Kita habisin dulu ya makanannya" Sahut ku

Dua bulan pun tiba

Setibanya kami di pantai tempat tujuan kami. Ini merupakan bulan dimana aku berulang tahun bahkan H-2. Aku berharap di pantai itu aku diberikan sureprise yang romantis dari dia.

Kami menginap selama 3 hari 2 malam di pantai ini

Kamis, 09 Februari 2017

Sensasi yang berbeda !


http://ompoker.info/?ref=br201608 - Berjalan sendiri dikeheningan malam membuat ku terasa bosan dan ingin mencari suasana baru di tempat yang bisa menghibur ku pada saat itu.

"Hallo. Len, lagi dimana? Dugem yuk, bete gue nih" ucap ku melalui telepon genggam yang ku punya.

"Lagi malam mingguan sama cowok gue, Cin. Sorry ya. Besok deh gue temenin" Balas Lena dengan tergesa-gesa.

"Oh oke okelah. Gue ngertiin kok. Byee" ucapku menyelesaikan perbincangan kami.


Aku pun merasa tambah bosan. Satupun temanku pada sibuk dengan pacarnya masing-masing.

Duh nasib jomblo begini ya, maklumlah baru anget angetnya putus sekitar semingguan.

Ya, mau gimana lagi. Aku pun harus pergi sendiri tanpa ada seorangpun yang menemani

Aku menghentikan taksi dan segera bergegas pergi ke tempat yang ingin ku tuju.


Sesampainya aku ditempat Clubbing aku langsung merasa penatku sedikit berkurang.

Aku berjalan memasuki tempat itu dan aku pun langsung bergoyang goyang sedikit mengikuti musik yang sedang berlangsung.

Berapa menit kemudian ketika aku lagi asik memainkan badan mengikuti alur musiknya tiba-tiba aku merasa ada yang mencolek pundakku. Namun aku pun anggap berasa tidak merasakan apa-apa. Walaupun aku agak sedikit deg-degan.

"Cin Cin, apa kabar?" ucap seseorang yang bernada seperti bisik bisik karna kerasnya musik yang dimainkan.

Dalam hatiku bertanya 'Aduhhhhh siapa sih yang manggil manggil, buat takut aja'

Jlebbb tiba-tiba seseorang datang menghampiriku dan mengagetkanku secara spontan.

And thenn?? Whaattt cowok yang dulu waktu SMA selalu mengejar-ngejarku kenapa berubah jadi pria tampann??

"Haii, Oh iya lo masih inget nama gue? Gue aja udah lupa sama nama lo. Siapa sih nama lo?"

"Ryan, Cin, Ryan. Ohiya lu sendirian kesini?"

"Ohiya, Ryan. heheh. Iya nih, pada pergi malam mingguan semua sama pasangannya masing-masing"

"Lah? Lu bukannya udah punya pacar ya? Perasaan baru update foto minggu kemarin"

"Iya, baru putus gue. Dua hari setelah update foto itu"

"Oh hahah, berarti gue bisa dong ngejar lu lagi" ucap nya sambil memberikan tatapan yang penuh makna dan arti tertentu.

"Hahahhahah bisa aja lo. Gak bosen apa ngejar-ngejar mulu"

"Gak lah ngapain gue bosen ngejar lu, baik, cantik, ramah, duh lengkap deh"

Mendengar pujian semua para lelaki aku tak pernah tertarik sama sekali. Karna sudah tau mereka semua selalu berucap manis pada setiap wanita.

"Eh gue mau minum dulu ya, Yan"
"Gue temenin minum yuk Cin. Masa cewek cantik kayak lu dibiarin minum sendiri"

Dulu waktu masa sekolah, aku sempat tertarik dengan dia karna dia orang nya rajin walaupun rada tengil dan dia ku lihat bisa bertanggung jawab dan baik.
Entah kenapa dia sekarang agak berubah. Entahlah aku tidak mau memusingkannya. Aku mau have fun dulu sekarang.

Musik pun semakin lama semakin kencang ku dengar. Dan aku menikmatinya.

"Lu sering minum ya Cin? Kayaknya udah handal gue liat cara minum lu dan gak langsung tumbang"

"Hahah kayaknya lo juga udah handal. Gue mulai minum tuh waktu masih sekolah tau baru baru kelas 3 SMA lah. Ya biasa karna awalnya di ajak coba coba eh jadi ketagihan deh"

"Oh gitu, oh iya lu kenapa dulu gak respon sama sekali sama gue, Cin?" Tanya Ryan yang sudah ku perhatikan kami sama-sama sedikit agak teler (mabuk).

"Mau jujur apa enggak hayuukk? Hahahah sebenarnya gue agak tertarik dulu sama lo, Yan. Tapi lo terlalu polos. Gue gak mau lo jadi buruk pas deket sama gue. Lo suka sama gue karna gue banyak yang suka ya?" " Ucap ku sambil memegang pundak Ryan dengan lembut.

"Bukan karna itu, lu beda dari yang lain. Gak mudah ke goda. Biasa aja walaupun lu bilang lu tuh buruk tapi bagi gue enggak" Balas Ryan sambil mengelus rambutku.

Selang beberapa menit. Aku dan Ryan pun keluar dari tempat itu dan menaiki taksi entah kami pun bingung mau pergi kemana. Sampai tiba tiba kami tidak sadar kami sudah sampai di tempat penginapan.

Kami tertawa-tawa tidak jelas seperti orang gila. Dan setelah kami sudah pesan kamar. Kami pun sebentar bercerita-cerita tidak jelas dan akhirnya kami sama-sama saling membuka pakaian .

Nafsu kami pun semakin menjadi-jadi. Aku sering bercinta saat mabuk. Dan aku sudah tidak kaget lagi saat pria menginginkan ku disaat sama-sama mabuk.

Dia menciumku seakan-akan dia benar benar puas mendapatkan diriku. Dia menjilat belakang telinga ku seakan dia pun sudah mengerti hal seperti itu.

Dia menjilat kedua puting ku dengan penuh nafsu, dia terus meng-isap dua buah dadaku hingga ke miss V ku pun dia jilat dengan nikmatnya.

Tanganku pun tanpa sadar memegang kelaminnya yang sudah mengeras itu.
Aku terkejut, selama ini menyimpan harta berharga tanpa ku sadari.
Ah rasanya bercinta kali ini aku akan sangat menikmatinya.

Aku mengemut kelaminnya yang besar itu dan kami pun berubah posisi seperti ini 69.
Uhh sungguh nikmat sekali malam ini.

Setelah itu dia langsung memasukan dede besarnya itu ke dalam vagina ku.
Rasanya nikmat sekali, Namun karna punyanya terlalu besar dari sebelumnya, aku pun masih agak sedikit kesakitan tapi aku menikmatinya saja.

Dia terus bergerak maju mundur sambil tangannya memegang kedua buah dadaku.

Tapi dalam hatiku, apa dia sebelumnya memang sudah melakukannya dia handal sekali dalam hal seperti ini, tanpa menggunakan kondom dia bisa membuat ku percaya bahwa dia bermain aman.

Dia mengocok-ngocok kelaminnya dalam vagina ku dengan cepat dan tanpa henti, sudah beberapa menit kami bercinta dan akhirnya croott, dia pun mengeluarkan cairan spermanya di atas perut ku.

Kami pun langsung terlelap tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.

Pagi pun menjelang

Hari sudah terang, kami pun terbangun dari tidur dan kami tidak kaget ketika kami memang sudah berada satu ranjang.

Kami malah tersenyum sipu melihat kejadian semalam, aku tau pasti kami tidak terlalu mabuk banget semalam. Memang kami lagi sama sama bosan dan saling menginginkan pada saat itu.

Aku tidak menyesalinya dan dia pun berkata bahwa dia ingin bersamaku terus. Aku pun merasa nyaman pada saat itu.

Sungguh hal yang tidak terduga terjadi selama waktu masih berjalan.

Minggu, 05 Februari 2017

Rasanya Tuh Seperti Membangkitkan Gejolak Yang Luar Biasa


http://ompoker.info/ - Setiap hari merupakan hal terindah dalam hubungan kami berdua.
Aku bersama pasangan ku selalu melakukan dosa terindah yang selalu membuat ketagihan untuk setiap hari, setiap jam atau pun setiap menitnya.

Heheh masalahnya bukan karna kami otak mesum tapi memang hawa hawanya selalu mendukung untuk melakukan hal terindah itu.


Yukkk dengarr ceritaa kuu ....


Kami lebih sering bercinta di hotel karna tidak ada yang mengganggu sama sekali dan tidak ada yang mengusik ini itu atau apa pun yang menghalangi kami ketika ingin memuaskan hasrat birahi kami.

Jelas terbukti saya percaya diri bahwa kamilah pasangan yang tidak ada lelahnya untuk bercinta.

Hari ini tepat di malam kamis, kami sudah tiba di hotel yang biasa kami kunjungi.

Ketika kami bercinta, kami tidak pernah membawa kondom, karna rasanya sudah kami tahu pasti tidak senikmat jika tidak menempel langsung.

*Permainan Dimulai


Kami mengunci kamar dan dia langsung melemparkan badanku secara perlahan ke ranjang dan itu membuatku semakin tertantang untuk makin membuatnya tambah menginginkan diriku.

Tanganku langsung memegang kelaminnya yang sudah agak mengeras itu.

Ahh, aku semakin merasa bergairah dengan bentuknya yang membuatku merasa gemas dan ingin mengemutnya langsung.

Tanpa basa basi aku sudah tidak tahan untuk melakukan emutan ku yang handal yang bisa membuat dia berdesah dan yang akan membuatnya sangat basahhhhh.


Emmm, bentuknya besar dan panjang membuat ku ingin langsung memasukannya ke vagina ku, namun jika seperti itu tidak akan ada tantangannya.

Dengan sergap pun dia langsung mencium bibir ku dan langsung memasukan lidahnya kedalam mulutku dengan liar.

Secara perlahan dia langsung menjilati semua bagian tubuhku, leherku, kedua buah dadaku, lengan tanganku, perutku, hingga bagian paha yang makin membuat hasratku meningkat dan desahanku semakin menjadi kerass.


Aaah lidahnya pun berhenti tepat dibagian yang paling sensitif untuk para wanita. Hal ternikmat itu yang aku sukai dalam bercinta.

Dia terus memutarkan lidahnya dan memainkannya terus hingga tangan ku menarik rambutnya.

Kami sering melakukannya tapi jilatan itu menjadi handalan untuk kenikmatanku.

Kami sering melakukan bermacam macam posisi saat bercinta (Penasaran seperti apa? Seperti gambar di bawah ini lohh, silahkan dilihat).

Doggy style, Stand and Deliver, Water fall (Air terjun), One up (Satu ke atas), The hot seat, The cow girl, Spin cycle, Reverse cowgirl, Face off, dan masih banyak lagi gaya yang sudah kami lakukan.

Badanku terus dipeganginya, terus dijilatinya, puting buah dadaku terus di isap nya.

Sungguh nikmat rasanya.

Dia pun suka sekali ketika kelaminnya dimasukan kedalam lubang bokong ku. Dia terus melakukan gerakan maju mundur tanpa henti, bergoyang hingga membuatku ber-ucap 'lagi yahhhh lagiii, terusss, aahhhh enakk enakkk, aaaah'.

Dia terus memainkannya, terusss terussss dan terussss tanpa berhenti sedikit pun.
Sungguh bertenanga dirinya, itu yang menjadi semangatku saat bercinta dengannya.

Kami pun tidak akan lupa untuk melakukannya di kamar mandi. Saat bercinta di kamar mandi kami pasti menyalakan shower untuk membasahi badan kami dan menambah gairah bercinta untuk kami.

Dia memojokkan ku dan mengangkat tanganku. Dia menciumi badan ku dan terus meng-isap kedua buah dadaku secara buas.

Dia mengangkat tubuhku dan memasukan kelaminnya kedalam vagina ku dan terus mengocok-ngocok nya hingga kencang, dan saatnya dia pun mengeluarkan cairan spermanya di dalam mulutku.

Badannya pun masih merasa lemas dan aku masih ingin memainkan cairan itu dan mengoles-olesinya diseluruh muka ku.

Dan kami pun langsung membersihkan diri dan me-nyabuni badan kami hingga bersih.

Setelah badan kami bersih, kami pun beristirahat dan dia pun masih memberikan pelukan hangatnya untuk ku ^^


^SEKIAN^



Inikah Rasanya Bercinta?!


Suatu hari aku bertemu seorang pria yang bagiku saat itu dia terlihat biasa saja.
Namun dia selalu memandangku secara bersembunyi.
Entah apa yang dipikirkan dalam benaknya ketika melihatku secara terus-menerus.

Selintas aku berpikir, apa ada yang salah dalam diriku?!
Apa penampilanku aneh?!

Tapi aku merasa diriku baik-baik saja, tidak ada yang salah sama sekali.

Aku pun dengan percaya diri menatap matanya kembali dengan tatapan ingin membuat dia berhenti menatapku.

Dan tahukah kamu apa yang terjadi?
Oh tidak, dia mengeluarkan senyuman manisnya yang bisa membuat ku terhanyut dan bergegas untuk tidak berada disekitarnya.

Oh tidak tidak tidak, aku menjadi salah tingkah.
Aku tidak pernah sebelumnya mengalami hal seperti ini.

'Tolong, aku ingin menghilang dari hadapannya. Aku tidak ingin merasakan rasanya jatuh cinta untuk saat ini' ucapku dalam hati yang sedang tidak ingin merasakan rumitnya masalah percintaan.

"Ka, Pelan-pelan jalannya, sini ka mau kemana? Kakak kan baru balik lagi ke Jakarta. Sebentar lah dulu ka, Cepat banget masuk kamarnya. Nih kenalin teman-teman kerjaku semua, lagi pada ngumpul" ucap adik ku yang selalu ingin mengenalkan semua temannya kepada ku.

Dengan sigap adikku langsung memperkenalkan ku ke teman-temannya.
Untuk menghargai mereka yang sudah berada dirumahku, aku pun harus bercengkrama bersama mereka walau hanya sebentar.

Mengesalkan sekali !! Dia kenapa suka memandangku terus, aku risih. Tapi kenapa dia memandangku dengan senyuman kecil?! Apa dia sering melakukan itu kepada semua wanita?!

'Oh tidak aku lupa, Aku harus menghindari dia yang sudah membuatku berjalan tersandung saat ingin memasuki kamar tidur ku'

"Sorry ya semuanya, saya mau istirahat dulu. Badan masih terasa pegal"

"Oh kakak mau tidur ya? yaudah ka gapapa paling mereka juga bentar lagi mau pulang" Ucap adikku


*Selang beberapa hari*


'Loh kok ada friends request nama dia?!' hatiku bertanya-tanya.


Walaupun sudah hampir seminggu kami tidak pernah bertemu lagi, aku masih ingat nama nama semua teman adik ku, walaupun semuanya tidak dibawah umur ku.

Tanpa rasa munafik aku pun langsung accept dan melihat tentang dirinya dan postingan lama nya.

Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Menjadi stalker untuk hal yang belum pernah ku bayangkan.

'Heiiiiiiii, dia chat aku' Ha?! aku jadi merasa heran, secepat itukah dia langsung mengirim pesan ke aku?! apa dia lagi menunggu dan men-stalk profil ku juga?!

Yasudahlah, gak penting juga aku terlalu memikirkannya.

*Dua minggu kemudian*

Aku dengannya menjadi lebih dekat.
Kami jadi lebih sering pergi berduaan.

*Dua bulan terlewatkan*

Aku tidak pernah merasa kalau aku dan dia bakal bisa berteman selama ini.

Hari ini di malam minggu aku dan dia mempunyai janji untuk bertemu di cafe tempat biasa kami bertemu. Dia menyuruh ku untuk memakai gaun berwarna merah, entah apa maksud, aku pun meng-iyakan dan segera bergegas untuk bersiap diri.

*Setibanya di cafe*

Ternyata dia sudah menunggu ku, dengan kemeja warna merah dan jas berwarna hitam dia terlihat tampan. Aku kenapa jadi gemetar?! Sebelumnya kami jalan bareng makan bareng biasa saja, kenapa hari ini nampak beda. Aku merasa pasti yang dipikiran ku benar dia ingin menyatakan perasaannya.

Dengan cepat aku pun langsung menghampirinya dan dia pun menyambut ku dengan romantis.

Beberapa menitpun berlalu.
Tiba saatnya dia menyatakan perasaannya dan akupun memberi respon positif untuk perasaannya itu.

Aku memang sudah tertarik sebelumnya sama dia, dulu karena ada kejanggalan yang membuat aku belum siap dan sekarang aku sudah percaya padanya

Seminggu sudah kami menjalani hubungan dan semua berjalan dengan lancar.
Hari ini pun adalah hari sabtu, aku dan dia sama sama libur kerja.

Pagi ini dia menjemput aku dan kami berencana untuk bertamasya.

Betapa senangnya kami hari ini.

Setelah kami sudah merasa cukup untuk bertamasya nya saya pun mengajak dia untuk pulang kerumah.
Tetapi dia mengajak aku untuk berkunjung ke rumah kontrakannya, maklum dia anak rantau yang tinggal sendiri tapi dia sudah lama tinggal jakarta.

*Setibanya di rumah dia*

Awalnya kami bingung mau ngapain. Kami berbincang bincang penuh tawa canda selang beberapa menit kemudian dia memeluk badan ku dengan lembut dan mencium kening ku dengan manja.

Aku merasa nyaman pada saat itu. Tidak ada berfikiran aneh aneh.

Namun pada saat itu tangannya entah dengan sengaja atau tidak aku merasa mengenai buah dadaku ketika ingin mengelus rambut panjang ku.
Benar apa yang aku fikir dia dengan cepat dan mengagetkan ku langsung meremas buah dadaku.

Aku terkejut tapi aku tak menamparnya. Dia mencium bibir mungil ku dan aku pun mengikuti gerakan bibirnya.
Aku belum pernah berciuman dan melakukan hal seperti ini sebelumnya.
Tapi dia memuji ku bahwa aku jago dalam hal berciuman seperti itu.

Dia menatap ku seakan mengharapkan sesuatu.
Dan perkiraan ku pun benar.

Dia langsung panas, dia menyergap bibir ku dia mengigit dan menciumi bibir ku hingga basah.
Seketika aku tidak menyadari bahwa kedua tangannya sudah masuk ke dalam baju ku. Tapi aku menikmati remasan seperti itu.

Dia membuka kancing kemeja baju ku secara perlahan.
Hawanya tidak ingin buat aku berontak.

Dia menjilat jilat ke dua buah dada ku dan langsung bersikap seperti seorang bayi yang menyusu.
Rasa nya nikmat sekali, nafas ku terengah engah di buat nya..

Dia membuka semua pakaian ku, Aku pun mengikuti alur nya. Apa karna hawanya mendukung?!

Sehingga aku hanya memberikan berontakan sedikit karna kaget.

Setelah dia membuka baju ku dia menghentakan badan ku secara pelan.

Dia mencium ku dari ujung rambut hingga ujung kaki ku.


Ahhh rasanya seperti ada sesuatu yang membuat ku geli dan nikmat.

Aku kaget sekali ketika bibirnya pun kembali mencium miss V ku.
Aku rasanya bahagia, rasanya ada yang berbeda. Gak pernah aku merasa memuncak seperti ini.
Dan aku mendapatkan jawabannya.
Oh seperti ini rasanya. Pantas semua orang tergila gila dengan hal seperti ini.

Dia menggenggam tangan ku dan menaruhnya ke kemaluannya.
Dia mengajarkan aku untuk memegang dan mengocok-ngocok kemaluannya.

Aku pun sudah memuncak. Dan ternyata dia menggeram dan membuatku makin merasakan hal yang luar biasa.
Dia memasukan tangannya kedalam vagina ku.
Seakan akan dia sudah ingin memasukan kemaluannya ke dalam vagina ku.

Aku memberi kode dengan cara mengangguk kepadanya dia pun langsung memasukan lidah nya dengan liar ke dalam mulut ku.

Akhirnya sesuatu pun terjadi pada saat itu.
Aku menjerit kesakitan. Terus berteriak 'aaaaaaa sakkiitt sayangggg'
'Tenang sayang, jangan dilawan. Lemesin aja'

Dia tetap asik terus mengocok ngocok hingga rasanya semua badanku terguncang guncang luar biasa.
Tenaganya bagaikan 100 kali lipat dari tenaga ku apalagi saat bercinta.


Kocokannya membuat ku merasa nikmat sekali walau aku terus merasakan kesakitan.

Dia terus membuat ku menikmati apa yang dia lakukan. 
Muncak sekali rasanya, Dia terus bermain main dengan badanku.
Menghisap puting ku dan terus mengocok ngocok sampai membuat dia menggeram.

Tiba saatnya dia terus terus tanpa berhenti malah makin keras kocokannya dan aku baru sadar bahwa dia ingin mengeluarkan cairan sperma nya.

Cairan yang mengenai buah dada ku.

Aku dan dia terkejut melihat tempat tidur yang sudah ada bercak darah.



**SEKIAN**

Sabtu, 04 Februari 2017

Apa Yang Aku Alami Pasti Banyak Para Gadis Alami. Inilah Kisahku!


   Hari demi hari silih berganti seiring berjalannya waktu, tanpa ku sadari aku bukan seperti apa yang orangtua ku harapkan.
   Sedih luar biasa ketika aku kembali memikirkan hal itu dengan terlintas bayangan orangtua ku.
   Namun apa daya, cinta yang sudah mendalam kian tumbuh dihatiku.
   Awal yang membuat ku yakin bahwa aku tak akan pernah melakukannya.
   Namun, pasti setiap wanita selalu mudah percaya dengan apa yang mereka katakan.
  Manisnya rayuan, perkataan yang selalu menghanyutkan perasaan, perkataan yang selalu membutakan iman.
   Rasa menyesal itu selalu ada, namun rasanya aku berpikiran ingin melakukannya lagi lagi dan lagi.
   Salah? Ya, aku sadar pasti salah ketika melakukan itu semua.
   Kami melakukan suatu hubungan diluar batas.
   Awalnya aku tidak menyadari apa yang dia inginkan.
  Mengajakku ke kamar kostnya dan tanpa sengaja aku mendengar dia mengunci pintu kamar. Dan itu pun pertama kali juga aku singgah ke kamar kostnya.
  Aku berfikir kami hanya nonton tv bareng, ketawa bareng, berbagi cerita dan sekedar hanya bergurau semata.
   Namun tangannya pun langsung menggerogoti bagian atas yang aku punya.
  Sekejap tangannya masuk ke dalam baju ku. Aku terkejut dan menatap mata nya dengan arti 'kenapa dia melakukan hal ini kepada ku'
   Aku brontak hingga kasurnya pun berubah arah tak menentu. Namun apa daya, dia lebih kuat dibandingkan dengan mungilnya diriku.
  Terlintas aku ingin sekali teriak sekencang kencang nya, namun dia sudah mengucapkan kalimat yang membuat ku hanyut.
   Aku serius sama mu, aku gak akan ninggalin kamu. Percaya samaku
   Ucap bibirnya yang manis dan tatapan matanya yang menghanyutkan.
   Ahh sakitttt, aahhh sakit masss
   Permainan dimulai
   Luar biasa rasanya, entah tak terbayangkan sebelumnya sesuatu masuk kedalam lubang vagina ku.
  Jeritanku pun kian menjadi. Dengan sigap bibirnya menghampiri bibirku dan memasukan lidahnya kedalam mulutku. Selesai dia bermain dengan bibirku, dia pun menutup mulutku dengan tangannya untuk menghentikan teriakanku.
   Oh no, oh no. Aahhhh sakittttt
   Desahanku pun membuat dia semakin menjadi jadi untuk melakukan goyangan yang luar biasa hingga tiba saatnya spermanya pun keluar mengenai bagian dadaku.
   
   Dalam hati 'oh ini yang namanya sperma', yang kerap kali diperbincangkan oleh banyak gadis lainnya.

Namun, aku terus menatap matanya dan dia lansgung memberikan ciuman di kening ku.
   Dia pun mengajak aku ke kamar mandi untuk membersihkan badan bersama.
   Aku pun merasakan belaian kasih sayang tangannya yang terus bergeliang dari ujung rambut ku hingga ujung kaki ku.
   Apa yang harus ku lakukan? apa aku harus bersedih tak menentu? apa aku harus senang? Gak mungkin!!! Itu suatu hal berharga yang wanita punya.

 
close
Agen Togel Online Terpercaya Di Indonesia