Suatu hari aku bertemu seorang pria yang bagiku saat itu dia terlihat biasa saja.
Namun dia selalu memandangku secara bersembunyi.
Entah apa yang dipikirkan dalam benaknya ketika melihatku secara terus-menerus.
Selintas aku berpikir, apa ada yang salah dalam diriku?!
Apa penampilanku aneh?!
Tapi aku merasa diriku baik-baik saja, tidak ada yang salah sama sekali.
Aku pun dengan percaya diri menatap matanya kembali dengan tatapan ingin membuat dia berhenti menatapku.
Dan tahukah kamu apa yang terjadi?
Oh tidak, dia mengeluarkan senyuman manisnya yang bisa membuat ku terhanyut dan bergegas untuk tidak berada disekitarnya.
Oh tidak tidak tidak, aku menjadi salah tingkah.
Aku tidak pernah sebelumnya mengalami hal seperti ini.
'Tolong, aku ingin menghilang dari hadapannya. Aku tidak ingin merasakan rasanya jatuh cinta untuk saat ini' ucapku dalam hati yang sedang tidak ingin merasakan rumitnya masalah percintaan.
"Ka, Pelan-pelan jalannya, sini ka mau kemana? Kakak kan baru balik lagi ke Jakarta. Sebentar lah dulu ka, Cepat banget masuk kamarnya. Nih kenalin teman-teman kerjaku semua, lagi pada ngumpul" ucap adik ku yang selalu ingin mengenalkan semua temannya kepada ku.
Dengan sigap adikku langsung memperkenalkan ku ke teman-temannya.
Untuk menghargai mereka yang sudah berada dirumahku, aku pun harus bercengkrama bersama mereka walau hanya sebentar.
Mengesalkan sekali !! Dia kenapa suka memandangku terus, aku risih. Tapi kenapa dia memandangku dengan senyuman kecil?! Apa dia sering melakukan itu kepada semua wanita?!
'Oh tidak aku lupa, Aku harus menghindari dia yang sudah membuatku berjalan tersandung saat ingin memasuki kamar tidur ku'
"Sorry ya semuanya, saya mau istirahat dulu. Badan masih terasa pegal"
"Oh kakak mau tidur ya? yaudah ka gapapa paling mereka juga bentar lagi mau pulang" Ucap adikku
*Selang beberapa hari*
'Loh kok ada friends request nama dia?!' hatiku bertanya-tanya.
Walaupun sudah hampir seminggu kami tidak pernah bertemu lagi, aku masih ingat nama nama semua teman adik ku, walaupun semuanya tidak dibawah umur ku.
Tanpa rasa munafik aku pun langsung accept dan melihat tentang dirinya dan postingan lama nya.
Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Menjadi stalker untuk hal yang belum pernah ku bayangkan.
'Heiiiiiiii, dia chat aku' Ha?! aku jadi merasa heran, secepat itukah dia langsung mengirim pesan ke aku?! apa dia lagi menunggu dan men-stalk profil ku juga?!
Yasudahlah, gak penting juga aku terlalu memikirkannya.
*Dua minggu kemudian*
Aku dengannya menjadi lebih dekat.
Kami jadi lebih sering pergi berduaan.
*Dua bulan terlewatkan*
Aku tidak pernah merasa kalau aku dan dia bakal bisa berteman selama ini.
Hari ini di malam minggu aku dan dia mempunyai janji untuk bertemu di cafe tempat biasa kami bertemu. Dia menyuruh ku untuk memakai gaun berwarna merah, entah apa maksud, aku pun meng-iyakan dan segera bergegas untuk bersiap diri.
*Setibanya di cafe*
Ternyata dia sudah menunggu ku, dengan kemeja warna merah dan jas berwarna hitam dia terlihat tampan. Aku kenapa jadi gemetar?! Sebelumnya kami jalan bareng makan bareng biasa saja, kenapa hari ini nampak beda. Aku merasa pasti yang dipikiran ku benar dia ingin menyatakan perasaannya.
Dengan cepat aku pun langsung menghampirinya dan dia pun menyambut ku dengan romantis.
Beberapa menitpun berlalu.
Tiba saatnya dia menyatakan perasaannya dan akupun memberi respon positif untuk perasaannya itu.
Aku memang sudah tertarik sebelumnya sama dia, dulu karena ada kejanggalan yang membuat aku belum siap dan sekarang aku sudah percaya padanya
Seminggu sudah kami menjalani hubungan dan semua berjalan dengan lancar.
Hari ini pun adalah hari sabtu, aku dan dia sama sama libur kerja.
Pagi ini dia menjemput aku dan kami berencana untuk bertamasya.
Betapa senangnya kami hari ini.
Setelah kami sudah merasa cukup untuk bertamasya nya saya pun mengajak dia untuk pulang kerumah.
Tetapi dia mengajak aku untuk berkunjung ke rumah kontrakannya, maklum dia anak rantau yang tinggal sendiri tapi dia sudah lama tinggal jakarta.
*Setibanya di rumah dia*
Awalnya kami bingung mau ngapain. Kami berbincang bincang penuh tawa canda selang beberapa menit kemudian dia memeluk badan ku dengan lembut dan mencium kening ku dengan manja.
Aku merasa nyaman pada saat itu. Tidak ada berfikiran aneh aneh.
Namun pada saat itu tangannya entah dengan sengaja atau tidak aku merasa mengenai buah dadaku ketika ingin mengelus rambut panjang ku.
Benar apa yang aku fikir dia dengan cepat dan mengagetkan ku langsung meremas buah dadaku.
Aku terkejut tapi aku tak menamparnya. Dia mencium bibir mungil ku dan aku pun mengikuti gerakan bibirnya.
Aku belum pernah berciuman dan melakukan hal seperti ini sebelumnya.
Tapi dia memuji ku bahwa aku jago dalam hal berciuman seperti itu.
Dia menatap ku seakan mengharapkan sesuatu.
Dan perkiraan ku pun benar.
Dia langsung panas, dia menyergap bibir ku dia mengigit dan menciumi bibir ku hingga basah.
Seketika aku tidak menyadari bahwa kedua tangannya sudah masuk ke dalam baju ku. Tapi aku menikmati remasan seperti itu.
Dia membuka kancing kemeja baju ku secara perlahan.
Hawanya tidak ingin buat aku berontak.
Dia menjilat jilat ke dua buah dada ku dan langsung bersikap seperti seorang bayi yang menyusu.
Rasa nya nikmat sekali, nafas ku terengah engah di buat nya..
Dia membuka semua pakaian ku, Aku pun mengikuti alur nya. Apa karna hawanya mendukung?!
Sehingga aku hanya memberikan berontakan sedikit karna kaget.
Setelah dia membuka baju ku dia menghentakan badan ku secara pelan.
Dia mencium ku dari ujung rambut hingga ujung kaki ku.
Ahhh rasanya seperti ada sesuatu yang membuat ku geli dan nikmat.
Aku kaget sekali ketika bibirnya pun kembali mencium miss V ku.
Aku rasanya bahagia, rasanya ada yang berbeda. Gak pernah aku merasa memuncak seperti ini.
Dan aku mendapatkan jawabannya.
Oh seperti ini rasanya. Pantas semua orang tergila gila dengan hal seperti ini.
Dia menggenggam tangan ku dan menaruhnya ke kemaluannya.
Dia mengajarkan aku untuk memegang dan mengocok-ngocok kemaluannya.
Aku pun sudah memuncak. Dan ternyata dia menggeram dan membuatku makin merasakan hal yang luar biasa.
Dia memasukan tangannya kedalam vagina ku.
Seakan akan dia sudah ingin memasukan kemaluannya ke dalam vagina ku.
Aku memberi kode dengan cara mengangguk kepadanya dia pun langsung memasukan lidah nya dengan liar ke dalam mulut ku.
Akhirnya sesuatu pun terjadi pada saat itu.
Aku menjerit kesakitan. Terus berteriak 'aaaaaaa sakkiitt sayangggg'
'Tenang sayang, jangan dilawan. Lemesin aja'
Dia tetap asik terus mengocok ngocok hingga rasanya semua badanku terguncang guncang luar biasa.
Tenaganya bagaikan 100 kali lipat dari tenaga ku apalagi saat bercinta.
Kocokannya membuat ku merasa nikmat sekali walau aku terus merasakan kesakitan.
Dia terus membuat ku menikmati apa yang dia lakukan.
Muncak sekali rasanya, Dia terus bermain main dengan badanku.
Menghisap puting ku dan terus mengocok ngocok sampai membuat dia menggeram.
Tiba saatnya dia terus terus tanpa berhenti malah makin keras kocokannya dan aku baru sadar bahwa dia ingin mengeluarkan cairan sperma nya.
Cairan yang mengenai buah dada ku.
Aku dan dia terkejut melihat tempat tidur yang sudah ada bercak darah.
**SEKIAN**










0 komentar:
Posting Komentar