http://ompoker.info/?ref=br201608 - Debat pamungkas Pilgub DKI 2017 sarat akan saling sindir antarpasangan calon. Pasangan calon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni menyindir pasangan nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno soal inkonsistensi.
Tema debat pamungkas tadi malam (10/02/2017) adalah 'Kependudukan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan, Antinarkoba, dan Kebijakan terhadap Penyandang Disabilitas'. Tetapi Sylvi kemudian bertanya soal inkonsistensi yang menurutnya berkaitan dengan tema debat.
"Pak Anies, kalau kita bicara masalah penanganan kependudukan dan kualitas masyarakat Jakarta, rasanya kita perlu konsisten dalam sikap tindakan dan hal-hal lainnya agar ini berjalan dan tidak menimbulkan maslah baru" kata Sylvi.
Dia hanya mengucapkan 65 kata dalam 1 menit yang diberikan. Sylvi menyebut nama "Pak Anies" sebanyak 3 kali. Selain itu tak ada lagi frasa yang disebutkan berulang oleh Sylvi. Dia menyebut kata "masalah" sebanyak 3 kali dan "karakter" 2 kali.
"Bagaimana Pak Anies kalau jadi gubernur menyikapi masalah karakter inkonsistensi dalam bersikap, tentu saja dengan latar belakang karakter Pak Anies sendiri?" imbuh Sylvi.
Belum tampak ada kata-kata yang memperlihatkan arah pertanyaan dalam kalimat Sylvi. Anies pun memaknai pertanyaan itu dengan menganalogikan ke pembuatan kebijakan yang konsisten.
"Ketika kita melibatkan semuanya maka konsistensi dalam membuat kebijakan bisa dibuat ini kami lakukan ketika saya memimpin Kemdikbud" jawab Anies.
Sebanyak 137 kata diucapkan dalam 2 menit yang diberikan moderator. Anies mengulang frasa "ketika kita melibatkan" dan "dibuat transparan" untuk menjawab hal inkonsistensi yang ditanyakan Sylvi.
Setelah jawaban itu, Agus menanggapinya. Agus mempertegas maksud dari pertanyaan Sylvi yang sebenarnya.
"Sebetulnya tadi yang ditanyakan Ibu Sylvi adalah konsistensi dalam prinsip, dalam sikap. Kita menyorotinya, sama-sama kita tahu apa yang telah dilewati oleh Pak Anies selama ini" kata Agus.
Agus hanya mengucapkan 92 kata dalam tanggapan itu sehingga waktu 1,5 menit masih tersisa. Agus juga hanya mengulang frasa "Pak Anies" dalam penegasan pertanyaannya.
Agus juga menyinggung soal kepemimpinan tak hanya membutuhkan terobosan, tetapi konsistensi. Tak ada penekanan khusus dalam tanggapannya itu jika dilihat dari intonasi bicaranya.
Tetapi setelah itu Sandiaga yang kemudian menjawab. Dia sempat tersenyum dan tertawa kecil sebelum menjawab.
"Oke, saya mencoba menjawab Bu Sylvi dan Pak Agus. Saya yang paling bertanggung jawab atas hal konsistensi ini. Yang dulu calon gubernur itu saya" kata Sandiaga.
Dalam jawabannya itu dia menyebut "Mas Anies" dan "Pak Prabowo" sebanyak 4 kali. "Pak Prabowo" merujuk pada nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo merupakan capres tahun 2014 yang kalah saat berhadapan dengan Joko Widodo. Saat itu Anies berada di kubu Jokowi, sementara Sandiaga di kubu Prabowo. Anies bahkan pernah menyerang Prabowo selama masa kampanye Pilpres 2014. Namun kini Anies berlabuh ke Prabowo. Hal inilah yang disindir oleh Agus-Sylvi.
Sandi juga mengulang frasa "masa depan" dan "beban politik" dalam jawabannya. Pernyataannya itu seakan membela sikap Anies yang kini 'menyeberang' ke kubu Prabowo, terlebih ketika dia bercerita tentang proses pengusungan cagub.
"Saya tahu masalahnya adalah Mas Anies bergabung dengan kami, Pak Prabowo. Saya datang,
Mas Anies ini masalahnya adalah pendidikan, malam-malam sekali waktu itu di ujung pendaftaran, saya bilang, 'Mas Anies ini adalah panggilan untuk negara', 'bagaimana Pak Prabowo?', 'saya akan bicara sama Pak Prabowo', saya bicara dengan Pak Prabowo akhirnya kita berdamai dengan masa lalu dan menatap masa depan," tutur Sandi
www.ompoker.info








0 komentar:
Posting Komentar