http://ompoker.info/?ref=br201608 - Sebuah badan pengawas resmi di Jerman meminta para orang tua untuk membuang boneka anak yang bisa berbicara karena berpotensi mengungkap data-data pribadi.
Boneka bernama Cayla itu dilengkapi peralatan teknologi pintar yang bisa mengungkap data pribadi, seperti diingatkan oleh Bundesnetzagentur, badan yang mengawasi telekomunikasi di Jerman.
Para peneliti mengatakan peretas bisa menggunakan peralatan bluetooth yang 'tidak aman' di dalam boneka untuk mendengarkan dan bahkan berbicara dengan anak yang sedang bermain Cayla.
Produsen boneka, Genesis Toys, belum memberi komentar atas peringatan ini.
Sebelumnya, Vivid Yoy Group, yang mendistribusikan My Friend Cayla, mengatakan kasus peretasan hanya sedikit sekali dan dilakukan oleh para tim ahli.
Bagaimanapun, mereka mengatakan bahwa perusahaan sudah menerima informasi tersebut dan melakukan peningkatan atas aplikasi yang digunakan boneka.
Namun para ahli mengingatkan bahwa masalahnya belum teratasi.
Boneka Cayla bisa menanggapi pertanyaan dengan mengakses internet. Misalnya, seorang anak bertanya kepada boneka, "Apa nama untuk seekor anak kuda?" maka boneka akan menjawab, "Namanya foal (istilah untuk anak kuda)".
Melewati "beberapa dinding"
Kelemahan dari perangkat lunak dalam boneka Cayla ini pertama kali terungkap pada Januari 2015 dan beberapa lembaga perlindungan konsumen di Amerika Serikat dan Eropa sudah menyampaikan keluhan.
Undang-undang di Jerman melarang pemilikan maupun penjualan peralatan pengawasan yang tidak resmi dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara.
Peringatan atas boneka Cayla di Jerman diumumkan setelah seorang mahasiswa dari Universitas Saarland, Stefan Hessel. mengungkapkan kekhawatiran atas My Friend Cayla.
Menurut Hessel, peralatan bluetooth yang berjarak sampai 10 meter bisa terhubung dengan mikrofon dan pengeras suara di Cayla.
Hal itu membuat seseorang bisa 'memata-matai' anak-anak yang sedang main Cayla 'yang terpisah oleh beberapa dinding'.









0 komentar:
Posting Komentar