Selasa, 14 Februari 2017

Punyanya yang begitu 'besar' membuat ku merasakan nafsu tak tertahankan


http://ompoker.info/?ref=br201608 - Hari ini tepat dimana aku dan pacar ku pergi ke pulau bersama teman-teman kami untuk melepas penat kami selama bekerja.
Aku dan pacar ku sudah hampir 8 bulan bersama menjalani hubungan, dan kami memang satu kantor. Kami pertama kali bertemu di kantor yang sekarang kami tempati ini.


Awalnya dia membuat ku merasa seperti seorang yang sangat berarti buat nya. Dia terus mengejarku tanpa rasa lelah, dia membuat ku percaya bahwa dia akan selalu mencintaiku.

Aku pun tidak akan menyakitinya karna dia sudah menunjukkan bukti cinta nya kepada ku.

Enam bulan pun sudah berlalu, aku tidak pernah satu hari tidak bertemu dengan kekasih ku, sabtu minggu pun kami selalu bertemu, dia selalu datang kerumah ku.

Dan tepat di malam minggu.

"Dek, mama pergi arisan dulu ya ditempat tante Laras. Andy nanti kesini? Kalau kesini jangan didalam rumah terus ya, ntar apa kata orang, mending kalian di teras aja ngobrol-ngobrolnya. Ayah pulang besok pagi. kakak kamu katanya hari ini gak jadi pulang tapi paling besok sore pulangnya" ucap ibu ku.

"Iya ma, mama hati-hati ya dijalan, pelan-pelan bawa mobilnya" ucap ku sambil me-nyalim tangan kanan ibu ku.

Ibu ku pun segera pergi dan aku pun menunggu pacar ku di teras rumah.

Beberapa menit kemudian dia pun sudah datang dengan motor ninja kesayangannya.
Aku pun langsung bergegas berdiri dan menghampirinya.

"Hai sayang, lama nunggu aku ya?" ucap pacarku sambil membuka helm dan jaket nya.

"Gak kok, baru aja. Mama juga barusan pergi mau arisan. Sini ku simpan lagi jaket mu sayang"

"Oh pantes tadi ku lihat kayak mobil yang biasa dibawa mama. Di dalam ada siapa sayang?"

"Gak ada siapa siapa. Pada pergi semua. Kakak masih ada tugas, Ayah juga besok katanya baru bisa pulang"

"Oh gitu, yaudah nanti kita pergi cari makan diluar aja. Pasti mama gak masak lagi kan? Aku mah udah tau. Setiap arisan pasti jarang masak"

"Iya hehhe, mama juga tadi nyuruh kita jangan lama lama didalam rumah. Gak enak kata tetangga"

"Oh yaudah"

"Ayok masuk dulu, aku mau buatin minum untuk mu"

Kami pun masuk ke dalam rumah.

Aku membuat teh untuk nya, dan dia pun menyetel televisi.

"Ada berita terbaru sayang. Kamu tau gak?" ucap pacar ku yang selalu update mengenai berita-berita yang ada, sedangkan aku?? hmmm untuk nonton aja gak bisa lama-lama, pasti sudah langsung bosan.

"Tau, yang masalah politik lagi kan? bosan ah itu mulu beritanya" gaya ku yang sok-sok an tau. Dalam hati aja aku tertawa geli karna sikap ku yang sudah biasa pura pura tau setiap ditanya Andy alias kekasih hatiku.

"Bukan tentang politik itu lagi. Hari ini ada Aksi di Jakarta. Kamu sih gak mau nonton berita"

"Bukannya gak mau, tapi gak sempat" elak ku yang sembari memegang hp membuka ig ku.

"Eh sayang, liat deh cara masak nya kayaknya mudah deh, cuma di rebus terus digoreng. Bumbunya semua pun kayaknya lengkap deh di dapur kalau bumbu gitu doang"

"Maksudnya, kamu mau buat gitu? coba aja, kan gak ada salah nya sayang. Kan kamu persiapan nanti jadi istri"

"Ah kamu bisa aja. Yok kita buat, tapi kamu temeni aku ya didapur. Kamu duduk aja gak usah ikut aku masak, nanti berantakan hihih weeee" ledek ku yang selalu menggoda nya.

Aku pun sudah mempersiapkan semua bahan yang diperlukan untuk menu masakan tersebut.


Setelah semua masakan sudah hampir selesai, dia pun dengan tiba-tiba memeluk badan ku dari belakang.

"Kamu kenapa sayang? kok tiba-tiba meluk aku gini. Kamu udah lapar ya? maaf ya kalau lama sayang" ucap ku yang langsung berbalik badan menghadap dirinya dan dia pun masih memeluk ku.

"Enggak kok. Ohiya, sayang. Mama seperti biasa kan pulang nya?"

"Iya, kenapa?"

Dengan cepat dia pun langsung mencium bibir ku. Menyergap lidah ku. Dan memainkannya dengan cepat.

"Sayangggg??? Tunggu" ucap ku yang memikirkan masakannya takut gosong.

"Uuummm" gerangnya

"Sayanggg, masakannya nanti gosong. Aku matiin dulu kompornya"

"Ha? Ohiya. Yaudah kamu matiin dulu gih" ucap nya yang langsung menghentikan ciuman itu.

"Kamu seksi banget sih sayang kalau lagi masak" dia pun tetap memeluk ku dari belakang.

"Kamu bisa aja, kayaknya semua perempuan kalau lagi masak pasti terlihat seksi kok"

"Hhhmm tapi kamu paling seksi" dia pun kembali memanas setelah aku sudah mematikan kompor gasnya.

Dia kembali mencium ku, bahkan dia menggigit bibir ku hingga membuat ku tertantang memainkan lidah mungil ku dan bibir tipis ku ini.

"Sayang, kita ke kamar yuk. Sebentar aja bebaring. Gak ada orang kan selain kita?" ucap pacar ku yang pernah main ke kamar ku karna pada saat itu aku sedang sakit dan dia merawatku dengan baik pada saat itu.

"Gak ada kok, tapi...?" ucap ku yang belum selesai namun sudah kembali dicium oleh nya.

Dia menggendong ku, dan membawa ku ke dalam kamar sambil tetap menciumi bibir ku dan memainkan lidahnya yang lihai itu.

Aku pun senang sekali rasanya ketika di angkat nya seperti itu. Tapi aku bingung, dia kok tumben-tumbennya ngajak ke kamar ku.,

"Eh kamu mau ngapain sih? Kok ngajak ke kamar?"

"Uhhmmm" Dia pun tetap terus menikmati ciuman itu

"Eh kamu mau ngapain? Tangan mu ngapain mau masuk ke dalam baju ku?" dengan sergap aku pun menangkap tangan nya yang mulai membandel itu.

"Hmm, aku tanya sama mu ya sayang. Kamu percaya gak sama ku? Kamu yakin sama ku?" tanya nya yang membuat ku menjawab dengan seriusnya.

"Iya, kenapa emang? aku tau kamu mau ngapain. Aku yang seharusnya tanya ke kamu. Kamu bisa setia sama ku gak setelah hal semacam itu terjadi?" ucap ku yang hanya mendapat jawaban dari bibirnya namun di realitanya kan kita tidak tahu apakah ucap bibir nya bisa dipercaya atau tidak.

"Aku gak akan pernah mempermainkan mu. Aku janji bahkan aku berani bersumpah"

"Ya, aku percaya. Tolong ingat janji mu itu"

Dia pun langsung kembali menciumi ku makin buas dari sebelumnya.

Ciuman itu seakan-akan seperti sudah sering dilakukannya. Padahal kami sebenarnya ciuman selama ini hanya biasa biasa saja. Hanya memainkan lidah di dalam mulut, mengadu lidah dan sebatas itu saja.

Tapi aku menikmatinya. Dia meraba-raba tubuhku, tangan nya pun meremas bokong ku dengan nikmatnya.

Selang beberapa menit kemudian.

Tangannya masuk kedalam bajuku, dengan perlahan kedua tangannya memeras dua buah dada ku secara bersamaan. Aku pun dibaringkan nya di ranjang tidur ku yang sangat empuk itu.

Badan kami pun saling tindihan. Aku awal nya merasa sesak namun terus terusan seperti itu di tindih nya aku pun merasa biasa saja.

Dia membuka tali bh ku dengan perlahan. Dia mengeluarkan buah dada ku sebelah kiri. Dan mengisapnya dan mengemutnya seperti seorang bayi menyusu saat itu pun gairah kami sudah tak terbendung lagi.

Entah aku bingung selama ini dia gak pernah begini tetapi ketika kami akan melakukan hal tidak wajar kenapa dia begitu lihai.

Dia pun berdiri dan membuka baju nya dengan cepat, setelah itu dia pun membuka celananya sehingga pada saat itu tak ada sehelai pun yang menutupi wajahnya.

"Ih sayang apa-apaan sih pake baju kamu gih. Gak malu apa kamu" dengan sigap aku menutup kedua mata ku dan berpaling muka dari hadapannya. Namun aku penasaran sekali bentuk penisnya seperti apa.

"Ngapain aku malu lagi sama mu sayang, kamu ikutin aku aja ya"

WOWW.. Bentuknya gede juga ya, panjang lagi. Aku pun berfikir apa bentuk seperti itu bisa masuk ke dalam lobang ku?! Aku sudah ketakutan saja melihatnya. Kalau penisnya masuk apa bisa??!

Setelah itu, dia pun membuka celana ku dengan pelan-pelan. Setelah terlepas dia pun langsung memainkan lidah nya tepat di bibir kemaluanku. Dan tangannya pun terus bergerilya ditubuhku.

Tanpa ragu aku mengucapkan satu kata yang keluar dari bibirku.. "Enakkkk sayanggg"

Lidahnya terus menari-nari di kemaluanku, sungguh nikmat sekali perasaan ku pada saat itu.

Dia menjilat sambil menatap mataku. Aku merasa dijilat saja sudah puas apalagi kalau dimasukin ya, heheheh.

Tangannya pun kembali memegang kedua buah dadaku. Ia membuka semua pakaian ku sampai tak ada sehelai pun di badanku.

Aku masih merasa malu, dengan tidak sadar tangan ku mengambil bantal untuk menutupi badanku.

Dia pun tersenyum pada ku dan berkata "Kamu harus tetap bersamaku, aku sayang kamu. Kita sama sama baru kok dalam hal ini sayang. Aku kemarin nonton film bokep. Dan pengen pertama kali sama mu. Aku janji gak akan ngelakuin ini sama orang lain. Percaya ya"

Dan tiba saat nya. Dia memberikan ludahnya ke vagina ku dan dia pun memasukan penisnya kedalam vagina ku.

"AAHHHH sakitttt sayanggg, sakkiitt banget"

"Lemesin sayang, lemesin. Jangan dilawan"

"Iya sayangg, tapi masih sakit"

Aku yang terus menjerit kesakitan pun akhirnya dibungkam dia, tangannya menutup mulutku dan terkadang dia pun tidak tahan sehingga mencium ciumi bibirku dan memainkan lidahnya itu.

"Oh shit" "Oh shiiiitt" jeritnya

"Enak sayangggg, enakk" ucapnyaaa

"Aaah ah ah hhmmm aahhh" ucapku sambil memegang spray tempat tidurku.

Dia pun terus mengocok-ngocok penisnya dalam vagina ku yang semakin lama semakin kencang dan semakin enak.

Ternyata aku tidak tau kalau dia ingin mengeluarkan cairan spermanya.

"Ohhh luar biasssaaa, Terima kasih sayang. Aku sayang banget sama mu" ucapnya yang sudah terbaring lemas diatas badanku sambil mencium kening ku.

"Iya sayang. Tetap bareng aku terus ya" kata ku sambil mengelus rambutnya

Setelah kami bercinta kami pun membereskan semuanya dan membersihkan diri masing-masing, terutama aku harus membersihkan darah yang berceceran di spray kasur ku.

Setelah kami membersihkan diri, kami langsung bergegas ke dapur dan menghabisi makanan yang telah kami masak itu.

"Sayang 2 bulan lagi kayaknya kita mending buat acara jalan jalan aja yuk sekantor, kebetulan kan libur akhir tahun tuh" ucapnya yang selalu memberikan rencana rencana seru untuk sekantor.

"Boleh tuh sayang. Yuadah ntar kita omongin lagi. Kita habisin dulu ya makanannya" Sahut ku

Dua bulan pun tiba

Setibanya kami di pantai tempat tujuan kami. Ini merupakan bulan dimana aku berulang tahun bahkan H-2. Aku berharap di pantai itu aku diberikan sureprise yang romantis dari dia.

Kami menginap selama 3 hari 2 malam di pantai ini

0 komentar:

Posting Komentar

 
close
Agen Togel Online Terpercaya Di Indonesia